Iran Bantah Keras Pernyataan Trump soal Rencana Pertemuan Pekan Depan
Teheran masih menilai apakah melanjutkan dialog dengan AS akan sejalan dengan kepentingan nasional Iran.
Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengadakan pertemuan dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat. Hal ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa Washington akan menggelar pembicaraan dengan Teheran pekan depan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
Melansir dari Reuters, menurut Araqchi, Teheran masih menilai apakah melanjutkan dialog dengan AS akan sejalan dengan kepentingan nasional Iran, terutama setelah lima putaran perundingan sebelumnya terganggu oleh serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang diduga dilakukan oleh AS dan Israel.
Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan tersebut sebagai upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Namun, Iran menegaskan bahwa seluruh program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil dan pembangunan energi. Araqchi menyebutkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan dari serangan terhadap situs nuklir Iran tidaklah kecil.
Dia menambahkan bahwa otoritas terkait kini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap situasi baru dalam program nuklir Iran, yang menurutnya akan menjadi dasar bagi sikap diplomatik Iran ke depan.
Sebagai informasi, sebelumnya Amerika Serikat hari ini menjatuhkan bom ke 3 lokasi situs nuklir Iran, khawatiran aksi balas dendam, pada hari Minggu (22/6), Israel mengambil langkah untuk menutup wilayah udaranya sementara.
Tindakan ini diambil sebagai langkah pencegahan setelah terjadinya serangan udara oleh Amerika Serikat yang menargetkan tiga fasilitas nuklir utama Iran, yaitu Fordow, Isfahan, dan Natanz.
Upaya Keamanan, Kata Israel
Otoritas Bandara Israel mengumumkan keputusan ini sebagai upaya keamanan nasional untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh Times of Israel.
Penutupan wilayah udara ini berlaku untuk semua penerbangan sipil dan komersial yang berangkat atau tiba di Israel.
Beberapa maskapai dilaporkan telah melakukan penyesuaian pada jadwal penerbangan mereka, dan sejumlah rute internasional dialihkan untuk menghindari wilayah udara Israel sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Meskipun penerbangan udara ditutup, Otoritas Pelabuhan Israel memastikan bahwa jalur darat menuju Mesir dan Yordania tetap beroperasi. Penyeberangan seperti Taba (menuju Mesir) dan Allenby Bridge atau Sheikh Hussein Crossing (ke Yordania) masih dapat digunakan, meskipun dengan peningkatan pengawasan dan keamanan.