Iran Respons Tegas Trump Soal Gencatan Senjata dengan Israel: Saat Ini Tidak Ada Penghentian Operasi Militer

Iran menegaskan hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata maupun penghentian operasi militer dengan Israel.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Iran Respons Tegas Trump Soal Gencatan Senjata dengan Israel: Saat Ini Tidak Ada Penghentian Operasi Militer
Iran Respons Tegas Trump Soal Gencatan Senjata dengan Israel: Saat Ini Tidak Ada Penghentian Operasi Militer (Merdeka.com)

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi merepons pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata.

Pengumuman itu disampaikan Trump tidak lama setelah Iran meluncurkan serangan rudal terbatas ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin (23/6) malam waktu setempat, sebagai balasan atas serangan terhadap tiga situs nuklirnya pada Minggu (22/6).

Abbas Araghchi menegaskan hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata maupun penghentian operasi militer dengan Israel.

Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa serangan Iran dilakukan karena Israel memulai perang lebih dulu terhadap negaranya.

"Sampai saat ini tidak ada 'perjanjian' mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer," kata Abbas Araghchi seperti dikutip dari akun X miliknya, Selasa (24/6).

Menurut Abbas Araghchi, Iran membuka ruang gencatan senjata dengan syarat rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran selambat-lambatnya pukul 4 pagi waktu Teheran. Apabila Israel setuju, Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak akan melanjutkan serangan balasan.

"Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan diambil nanti," ujar dia.

Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata. Hal ini diumumkan tidak lama setelah Iran meluncurkan serangan rudal terbatas pada Senin (23/6/2025) malam ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar sebagai balasan atas serangan terhadap tiga situs nuklirnya pada Minggu (22/6).

Trump menulis di Truth Social bahwa gencatan senjata bertahap selama 24 jam akan dimulai sekitar tengah malam Selasa waktu Timur Amerika Serikat (AS). Dia menjelaskan bahwa kedua negara akan diberi waktu enam jam untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi akhir mereka yang sedang berlangsung sebelum gencatan senjata secara penuh diberlakukan. Demikian seperti dilansir AP.

Presiden AS itu menyebut kesepakatan ini sebagai "akhir resmi" dari perang.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump.

Rekomendasi