Rayakan Kekayaan Nusantara, Hotel Tentrem Semarang Hadirkan Papeda dan Air Guraka, Kolaborasi Hangat dari Timur Indonesia
Hotel Tentrem Semarang merayakan kekayaan kuliner Nusantara lewat sajian khas Timur Indonesia, Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka.
Aroma jahe hangat dan kuah ikan kuning menyeruak di restoran Hotel Tentrem Semarang, senin pagi itu. Para tamu tersenyum, mencicipi dengan rasa penasaran sajian yang jarang muncul di meja hotel bintang lima, yaitu Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka, dua ikon kuliner khas Maluku Utara yang kini resmi masuk ke menu sarapan Hotel Tentrem Semarang.
Peluncuran menu ini menjadi momen spesial bukan hanya bagi para tamu hotel, tapi juga bagi mereka yang ingin melihat bagaimana kolaborasi lintas sektor antara Hotel Tentrem, Sido Muncul, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menghadirkan kebanggaan baru lewat kuliner.
Acara peluncuran turut dihadiri oleh Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul), Dr. (H.C.) Irwan Hidayat; Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda; serta Brand Ambassador Tolak Angin Sido Muncul, Andy F. Noya. Suasana terasa akrab dan hangat ketika ketiganya saling berbagi cerita sambil menikmati papeda dan segelas Air Guraka beraroma kenari.
Dari Obrolan Santai jadi Sajian di Meja Hotel
Ide menghadirkan kuliner Maluku Utara ini, menurut Irwan Hidayat, berawal dari pertemuannya dengan Gubernur Sherly Tjoanda sekitar dua bulan sebelumnya. Dari percakapan ringan, lahirlah gagasan untuk membawa rasa khas Timur Indonesia ke meja sarapan Hotel Tentrem.
“Pada waktu itu saya punya ide untuk menghadirkan makanan khas Maluku Utara di hotel ini. Saat saya bertanya menu apa yang cocok, beliau menyarankan papeda dan ikan kuah kuning. Setelah saya pelajari, ternyata menarik juga kalau makanan seperti ini tersedia di hotel,” ungkap Irwan di sela acara peluncuran, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, belum ada hotel yang secara resmi menjadikan papeda sebagai menu tetap. Karena itu, langkah ini menjadi terobosan baru bagi Sido Muncul dan Hotel Tentrem.
“Makanan ini kami kenalkan karena mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan. Papeda itu makanan sehat seratnya tinggi, rendah kalori, tanpa lemak, dan glikemiknya rendah. Baik untuk menjaga keseimbangan gula darah,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, Irwan juga menyinggung potensi pengembangan Air Guraka minuman berbahan jahe, gula merah, dan kenari menjadi produk siap saji.
“Air Guraka ini punya cita rasa unik. Jahenya terasa, manisnya pas, dan ada renyah kenari yang khas. Ke depan kami ingin mengembangkan versi sachet agar bisa dijadikan oleh-oleh khas Maluku Utara,” ujarnya.
Bagi Gubernur Sherly Tjoanda, kolaborasi ini bukan sekadar memperkenalkan makanan khas daerah, tetapi juga cara elegan mempromosikan budaya dan pariwisata Maluku Utara.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Irwan, Sido Muncul, dan Hotel Tentrem yang telah membawa kuliner Maluku Utara melalui sajian papeda, ikan kuah kuning, dan air guraka ke hotel-hotel Tentrem di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sherly menjelaskan bahwa di Maluku Utara, papeda biasa disajikan dalam acara keluarga atau kumpul bersama, sementara Air Guraka diminum sehari-hari, baik pagi maupun malam.
“Rasanya hangat, manis, dan gurih karena kenari. Biasanya diminum sambil makan pisang goreng dan sambal, sambil menikmati matahari terbenam,” katanya sambil tersenyum.
Ia juga memuji inovasi baru yang dikembangkan oleh Hotel Tentrem.
“Hotel Tentrem bahkan menciptakan papeda goreng, atau kami sebut pareng. Rasanya gurih dan renyah, mirip cireng. Ini inovasi luar biasa, karena bahkan orang Maluku Utara sendiri belum pernah mencobanya,” tutur Sherly antusias.
Selain kuliner, Sherly juga memperkenalkan tenun Tidore dan Ternate, yang nantinya akan dijual di gift shop seluruh jaringan Hotel Tentrem.
“Jadi wisatawan bisa menikmati kuliner khas sekaligus membawa pulang produk budaya Maluku Utara,” imbuhnya.
Papeda Bukan Sekadar Makanan, Tapi Bahasa Persahabatan
Sementara itu Brand Ambassador Sido Muncul, Andy F. Noya, yang turut hadir dalam acara peluncuran, memuji langkah kolaboratif ini.
“Semarang ini sangat potensial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan perkembangan media sosial yang pesat, konsep dan konten pariwisata Semarang bisa terus berkembang,” katanya.
Baginya, kuliner adalah jembatan yang menyatukan keberagaman bangsa.
“Kita bisa melihat kekuatan bangsa lewat makanan khas daerahnya. Papeda dan Ikan Kuah Kuning yang kini bisa dinikmati di Semarang adalah bukti bahwa kuliner Nusantara mampu jadi perekat budaya,” ungkap Andy.
Ia juga menyoroti antusiasme anak muda terhadap kuliner lokal. “Melalui makanan, mereka belajar tentang budaya dan daerahnya sendiri. Dari situ tumbuh rasa nasionalisme yang otentik,” tambahnya.
Sinergi untuk Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Harlina Chrismaryanti, yang turut hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
“Peluncuran menu ini bukan sekadar menghadirkan sajian baru, tetapi juga mengenalkan kekayaan rasa dan budaya dari Maluku serta Papua,” ujarnya.
Menurut Harlina, inovasi kuliner seperti ini membuka peluang besar bagi promosi wisata dan ekonomi kreatif.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, kita tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi petani, nelayan, UMKM, hingga tenaga kerja perhotelan,” jelasnya.
Dari Meja Hotel Tentrem, untuk Indonesia
Di penghujung acara, Irwan Hidayat mengungkapkan rencana lanjutan yang lebih besar.
“Bulan Februari nanti saya akan membuat iklan layanan masyarakat tentang pariwisata Maluku Utara. Isinya akan menampilkan keindahan alam, kuliner, pakaian, dan budaya. Ini bukan iklan komersial, tapi bentuk dukungan kami untuk memperkenalkan Maluku Utara ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dari percakapan ringan hingga tawa kecil antara para tokoh yang hadir, telah memancarkan kehangatan yang lebih dari sekadar peluncuran menu baru. Ada semangat untuk menjaga, memperkenalkan, dan merayakan warisan kuliner Indonesia dimulai dari satu piring papeda dan segelas Air Guraka di Hotel Tentrem Semarang.