Sido Muncul Raih BPOM Achievement Award, Tegaskan Komitmen Jamu Ilmiah dan Aman
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sido Muncul meraih BPOM Achievement Award.
Kiprah PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) sebagai pelopor jamu ilmiah sekaligus konsistensinya dalam menjaga keamanan dan mutu produk herbal kembali mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sido Muncul meraih BPOM Achievement Award dalam kategori Pelopor Herbal Indonesia – Penjaga Marwah Jamu Aman Indonesia.
Penghargaan diserahkan langsung pada Malam Inagurasi HUT BPOM ke-25 Tahun oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D kepada Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Penghargaan ini bukan sekadar simbolis. Melainkan bentuk pengakuan atas konsistensi Sido Muncul dalam membangun kepercayaan publik lewat pengembangan produk jamu berbasis ilmiah dan proses produksi yang ketat demi keamanan serta efektivitas produk.
“Penghargaan ini berkaitan dengan jamu yang berbasis ilmiah. Kategorinya adalah Pelopor Herbal Indonesia, Penjaga Marwah Jamu Aman Indonesia. Menurut BPOM, kami adalah perusahaan yang pertama kali menerapkan jamu berbasis ilmiah, sehingga keamanannya bisa dibuktikan dan khasiatnya juga bisa dibuktikan,” ujar Irwan Hidayat.
Jamu Tak Cukup Sekadar Aman, Harus Terbukti Ilmiah
Irwan menegaskan, di tengah tantangan industri jamu, pendekatan berbasis sains adalah kunci. Bagi Sido Muncul, setiap produk harus melalui uji toksisitas dan uji khasiat, serta pengujian residu pestisida, logam berat, hingga cemaran etilen glikol dan DNA babi pada setiap batch produksi.
“Suatu produk itu tidak bisa sekadar diklaim aman. Yang paling penting bagi kami sebagai pengusaha adalah membuat produk yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keamanannya, melalui uji toksisitas dan uji khasiat,” tegas Irwan.
Setiap batch produksi Sido Muncul, tambah Irwan, memiliki sertifikat analisa. Selain itu, audit rutin dari BPOM, baik terjadwal maupun insidental dijalani demi menjamin kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
Jaga Marwah Jamu di Era Media Sosial
Di tengah era digital dan media sosial, menjaga kepercayaan publik terhadap produk herbal menjadi semakin penting. Irwan menyadari bahwa kepercayaan bisa runtuh hanya karena satu keraguan.
“Sekarang ini zamannya media sosial. Dipertanyakan masyarakat sedikit saja, kepercayaan bisa langsung hilang. Tapi kami tidak mau berdebat di media sosial. Yang terpenting, kami bisa meyakinkan bahwa semua produk Sido Muncul berbasis ilmiah, diproduksi dengan proses yang memenuhi syarat, dan setiap hasil produksinya diuji,” jelasnya.
Research and Quality Operation Head Sido Muncul, Apt. Wahyu Widayani, S.Si., menambahkan bahwa audit BPOM dilakukan secara ketat, bahkan bisa tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Audit itu ada yang bersifat insidental. Audit insidental minimal dilakukan setahun sekali, dan biasanya tanpa pemberitahuan. Karena namanya insidental, pemeriksaannya menyeluruh,” jelas Wahyu.
Komitmen BPOM Kawal Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa di usia ke-25, BPOM makin teguh menjalankan mandatnya menjaga keamanan dan mutu obat serta makanan di Indonesia.
“Di usia 25 tahun ini kita berkomitmen untuk mengawal kualitas obat dan makanan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prof Taruna.
Prof Taruna menekankan, setiap kebijakan dan keputusan BPOM berpijak pada dua hal utama: sains dan regulasi, demi menjamin keselamatan masyarakat.
“Landasan kita cuma ada dua, satu adalah sains atau ilmu, itulah profesionalisme, dan kedua aturan-aturannya, memang dibuat untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat kita sebesar itu,” ujarnya.
Penghargaan kepada Sido Muncul menjadi representasi keberhasilan industri jamu dalam menyesuaikan diri dengan standar internasional tanpa meninggalkan akar tradisionalnya. BPOM menyatakan harapannya ke depan agar semakin banyak produsen mampu menjaga mutu dan keamanan lewat pendekatan ilmiah.