BPOM Dorong Transformasi Jamu Menuju Produk Kesehatan Berstandar Global
Taruna menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman herbal, menjadikannya salah satu negara dengan kekayaan herbal terbesar di dunia.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan bahwa pengembangan jamu Indonesia perlu diarahkan pada inovasi berbasis riset, standar mutu, dan keamanan produk agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Jamu adalah warisan pengetahuan dan kekayaan biodiversitas Indonesia yang memiliki potensi besar untuk kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional. Namun, pengembangannya harus dilakukan secara ilmiah dan memenuhi standar keamanan serta mutu," kata Taruna Ikrar dalam kegiatan pengenalan Cafe Jamu Indonesia di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Kamis (5/2).
Cafe Jamu Indonesia yang dihadirkan oleh PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki) mengusung konsep Jamu Experience Cafe.
Taruna menyebutkan Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman herbal, menjadikannya salah satu negara dengan kekayaan herbal terbesar di dunia. Potensi tersebut, menurut dia, harus dikelola secara bertanggung jawab agar dapat diterima oleh masyarakat luas dan pasar global.
Menurut Taruna, penguatan regulasi dan pengawasan menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap jamu. "Kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dari klaim, tetapi dari kepastian standar, keamanan produk, dan pengawasan yang konsisten," ujarnya.
Dalam konteks kebijakan, BPOM mendorong transformasi jamu nasional melalui kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan ABG (Akademik, Bisnis, Government). Pendekatan ini bertujuan memastikan hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk jamu yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing.
BPOM juga memperkuat pengawasan terhadap obat tradisional, termasuk penindakan terhadap produk jamu ilegal yang tidak memiliki izin edar atau mengandung bahan kimia berbahaya.
Pengawasan Ketat
Taruna menegaskan bahwa pengawasan yang ketat merupakan syarat mutlak agar industri jamu dapat berkembang secara berkelanjutan.
"BPOM berkomitmen melindungi masyarakat. Pengembangan jamu harus berjalan seiring dengan kepatuhan regulasi agar produk yang beredar aman dan berkualitas," kata Taruna.
Dorong Integrasi Jamu dan Obat Tradisional
Ke depan, BPOM mendorong integrasi jamu dan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan efektivitas. Menurut Taruna, Indonesia dapat belajar dari negara lain yang telah berhasil mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam layanan kesehatan modern.