Lapas Banjarmasin Perkuat Keamanan Pangan Warga Binaan Melalui Pelatihan Petugas Dapur
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin meningkatkan standar keamanan pangan bagi warga binaan dengan pelatihan kompetensi petugas dapur, memastikan makanan aman dan higienis.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas layanan. Mereka memperkuat standar keamanan pangan bagi seluruh warga binaan di lingkungan lapas. Inisiatif ini bertujuan menjamin setiap hidangan yang disajikan memenuhi standar kesehatan.
Peningkatan standar ini diwujudkan melalui Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan. Kegiatan ini melibatkan kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, di Banjarmasin.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pentingnya pelatihan ini. Tujuannya adalah memastikan makanan aman, sehat, dan higienis. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kualitas layanan pemasyarakatan.
Peningkatan Kompetensi Petugas Dapur
Akhmad Herriansyah menyatakan bahwa pelatihan ini krusial untuk meningkatkan kemampuan petugas. Kesadaran akan pentingnya sanitasi dan higiene pangan juga menjadi fokus utama. Ini merupakan komitmen Lapas Banjarmasin terhadap kesehatan warga binaan.
Empat petugas dapur dari Lapas Banjarmasin berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Mereka dibekali pemahaman mendalam tentang prinsip sanitasi dan higiene. Pengendalian risiko kontaminasi pada makanan siap saji juga menjadi materi penting.
Penguatan kompetensi ini mencakup seluruh tahapan penyediaan konsumsi. Mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyajian makanan. Prosedur keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah wajib diikuti secara ketat.
Materi dan Narasumber Berkompeten
Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi kredibel. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menjadi salah satu penyedia materi. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga turut berkontribusi.
Selain itu, Indonesian Chef Association (ICA) serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin juga terlibat. Mereka menyajikan materi berbasis regulasi terkini. Praktik lapangan dan standar keamanan pangan terbaru juga diajarkan.
dr. Isnawati dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menjelaskan tujuan utama pelatihan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang sanitasi dan higiene pangan. Ini mencakup proses pengolahan, penyimpanan, penyajian, hingga distribusi makanan.
Materi yang disampaikan sangat komprehensif. Ini meliputi kebijakan keamanan pangan siap saji dan penggunaan bahan tambahan pangan. Pembersihan peralatan, pemeliharaan lingkungan kerja, serta pengendalian vektor penyakit juga dibahas.
Dampak Positif dan Penerapan Standar Keamanan Pangan
Pencegahan cemaran pangan dan higiene perorangan menjadi poin penting lainnya. Tahapan produksi pangan siap saji sesuai standar kesehatan juga diajarkan. Ini memastikan setiap aspek pengolahan makanan diperhatikan.
Ahmad, salah satu peserta pelatihan dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin, mengungkapkan manfaat yang dirasakannya. Pelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan baru. Pengetahuan tersebut dapat diterapkan langsung dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. Terutama dalam memahami standar kebersihan dan keamanan pangan yang benar. Ini menjadi bekal penting untuk lebih disiplin dan teliti dalam mengolah makanan.
Dengan peningkatan kompetensi ini, Lapas Banjarmasin berharap dapat terus menjaga kualitas. Keamanan pangan bagi warga binaan akan selalu terjamin. Ini merupakan komitmen nyata terhadap kesejahteraan mereka.
Sumber: AntaraNews