Ditjenpas Tinjau Dapur Rutan Donggala, Pastikan Kualitas Makanan WBP Terjamin
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah meninjau langsung dapur Rutan Kelas IIB Donggala untuk memastikan kualitas makanan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan gizi, sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan.
Palu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, baru-baru ini melakukan peninjauan ke dapur “Sanggani” di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas makanan yang disajikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Ditjenpas dalam menjamin pemenuhan hak dasar WBP secara optimal.
Bagus Kurniawan menegaskan bahwa inspeksi ini krusial untuk memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan berjalan baik. Mulai dari proses penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian kepada warga binaan harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Kunjungan ini juga menjadi upaya proaktif untuk meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan secara menyeluruh di wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam tinjauannya, Kakanwil Ditjenpas Sulteng secara detail memeriksa berbagai aspek di dapur Rutan Donggala. Fokus utama pengecekan meliputi kebersihan area dapur, prosedur pengolahan makanan, serta sistem penyimpanan bahan makanan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi masalah dan memastikan bahwa setiap aspek operasional dapur telah memenuhi pedoman yang berlaku.
Pentingnya Standar Kualitas Makanan WBP
Kualitas makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan salah satu elemen penting dalam pelayanan pemasyarakatan yang harus dijaga konsistensinya. Bagus Kurniawan menekankan bahwa penyediaan makanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian integral dari pemenuhan hak dasar WBP yang harus terjamin kualitas, kebersihan, dan kelayakannya. Ini mencerminkan komitmen Ditjenpas untuk memberikan perlakuan manusiawi kepada setiap individu yang berada di bawah pengawasannya.
Selain aspek kebersihan dan gizi, transparansi dalam pelayanan juga menjadi perhatian utama. Kakanwil menyarankan agar sertifikat kelayakan dapur serta informasi kandungan gizi makanan ditempelkan di area yang mudah terlihat. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan WBP dan memastikan bahwa seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Masukan juga diberikan terkait peningkatan sirkulasi dan ventilasi udara di dalam dapur. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, diharapkan proses pengolahan makanan dapat berlangsung lebih optimal dan higienis. Perbaikan fasilitas ini akan mendukung lingkungan kerja yang lebih sehat bagi para petugas dapur dan memastikan makanan yang dihasilkan tetap berkualitas.
Upaya Peningkatan Layanan Pemasyarakatan Menyeluruh
Kegiatan peninjauan dapur ini merupakan bagian dari upaya Ditjenpas untuk memastikan tata kelola pemasyarakatan berjalan secara optimal dan berkualitas. Pembenahan layanan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada penyediaan makanan yang layak bagi warga binaan, tetapi juga memastikan pemenuhan hak-hak lainnya. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pengelolaan fasilitas pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Donggala, Rusli Suryadi, menyambut baik peninjauan dan masukan dari Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. Ia menyatakan bahwa peninjauan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Donggala untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan yang diberikan demi pengelolaan dapur yang lebih baik dan sesuai standar.
Peningkatan layanan juga mencakup aspek lain seperti pemberian Remisi Khusus Idul Fitri bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, serta memastikan layanan kunjungan keluarga pada hari raya dapat berjalan dengan baik dan tertib. Hal ini menunjukkan bahwa Ditjenpas berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang adil dan mendukung reintegrasi sosial WBP.
Sumber: AntaraNews