BBPOM di Kupang baru-baru ini menyelenggarakan webinar edukasi daring yang menargetkan 130 mahasiswa di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berfokus pada bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat pencegahan obat ilegal. Inisiatif ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni, untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan penting.
Webinar ini merupakan bagian dari Aksi Nasional BPOM yang bertujuan khusus untuk mengedukasi dan mencegah penyalahgunaan OOT di kalangan generasi muda. Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Melalui acara ini, BBPOM Kupang berharap dapat menciptakan agen perubahan di antara para mahasiswa. Mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi tentang risiko OOT. Hal ini penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan komunitas dari dampak negatif penyalahgunaan obat.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Bahaya dan Risiko Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)
Dalam webinar tersebut, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo, menjelaskan secara rinci mengenai bahaya penyalahgunaan OOT. Ia menekankan bahwa OOT adalah jenis obat selain narkotika dan psikotropika yang berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak digunakan sesuai aturan. Penggunaan tanpa resep dokter atau tidak sesuai aturan pakai sangat berisiko.
Frama El Lefiyana Pollo juga menyoroti dampak serius dari penyalahgunaan OOT. Mulai dari pusing, halusinasi, hingga overdosis, serta gangguan kesehatan jangka panjang yang dapat merugikan masa depan. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan obat secara bijak dan sesuai anjuran tenaga kesehatan guna melindungi diri dan keluarga dari risiko tersebut.
Selain itu, materi edukasi juga mencakup pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran obat ilegal. Terutama melalui media sosial dan platform digital yang semakin marak. BBPOM Kupang mengajak semua pihak untuk lebih cermat dalam mendapatkan informasi seputar obat-obatan. Pastikan sumbernya terpercaya dan legal.
Advertisement
Advertisement
Peran Generasi Muda dan Upaya Pengawasan BBPOM Kupang
Ketua Tim Penindakan BBPOM Kupang, Yasinta Udayana Nona, memaparkan berbagai upaya pengawasan dan penindakan terkait OOT di wilayah kerjanya. Ia mengungkapkan data mengkhawatirkan dari BPOM dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Sekitar 70 persen pelaku penyalahgunaan obat-obatan tertentu merupakan remaja. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena para pelajar adalah calon penopang generasi emas 2045.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat para pelajar dan mahasiswa adalah calon penopang generasi emas 2045. Oleh karena itu, edukasi dini dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Tujuannya adalah untuk membentengi mereka dari godaan penyalahgunaan obat. BBPOM Kupang berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat.
Melalui kegiatan edukasi seperti ini, BBPOM Kupang berharap generasi muda semakin sadar dan berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan OOT. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi. Namun juga menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran di lingkungan masing-masing. Ini adalah langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Membangun Kesadaran Kolektif Melalui Diskusi Interaktif
Webinar yang diikuti oleh sekitar 130 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTT ini tidak hanya berisi pemaparan materi. Acara juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Para peserta antusias membahas berbagai aspek penyalahgunaan OOT, termasuk tanda-tanda awal ketergantungan. Diskusi ini sangat penting untuk pemahaman mendalam.
Sesi tanya jawab juga menyentuh topik pengawasan obat ilegal di era digital yang semakin kompleks. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan. Hal ini menciptakan ruang diskusi yang konstruktif. Kegiatan ini memperkuat pemahaman mereka tentang cara mengenali dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
BBPOM Kupang percaya bahwa kolaborasi dengan generasi muda adalah kunci utama dalam memerangi penyalahgunaan OOT. Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung, diharapkan pesan-pesan pencegahan dapat tersebar lebih luas dan efektif. Ini adalah investasi penting untuk kesehatan dan masa depan bangsa. Edukasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews