Dinkes Manggarai Barat Gelar Pelatihan Keamanan Pangan, Wajibkan Sertifikat Higiene Sanitasi bagi Penjamah Makanan SPPG

Dinas Kesehatan Manggarai Barat sukses gelar pelatihan keamanan pangan bagi 101 penjamah makanan SPPG. Langkah ini wajibkan sertifikat higiene sanitasi demi gizi terbaik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Manggarai Barat Gelar Pelatihan Keamanan Pangan, Wajibkan Sertifikat Higiene Sanitasi bagi Penjamah Makanan SPPG
Dinas Kesehatan Manggarai Barat sukses gelar pelatihan keamanan pangan bagi 101 penjamah makanan SPPG. Langkah ini wajibkan sertifikat higiene sanitasi demi gizi terbaik. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan penting bagi ratusan penjamah makanan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menjamin keamanan pangan yang disajikan. Pelatihan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memenuhi standar higienis sanitasi.

Sebanyak 101 penjamah makanan dari lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Labuan Bajo turut serta dalam program ini. Mereka berasal dari berbagai SPPG seperti Gorontalo, Golo Koe, Mbrata, Batu Cermin, dan Golo Bilas. Partisipasi aktif ini menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan pangan di wilayah tersebut.

Pelatihan ini juga menjadi prasyarat utama bagi para penjamah makanan untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kehadiran SLHS sangat krusial, terutama bagi penyedia jasa boga skala menengah yang melayani porsi besar setiap harinya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan setiap hidangan yang disajikan aman dan layak konsumsi.

Pentingnya Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk Program Gizi

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menegaskan bahwa pelatihan keamanan pangan siap saji ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Langkah ini diambil dalam rangka menjalankan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Pelatihan keamanan pangan siap saji ini merupakan langkah strategis dan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan amanat peraturan perundang-undangan," kata Adrianus Ojo saat membuka kegiatan di Labuan Bajo.

Kegiatan ini secara khusus berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 14 Tahun 2021. Peraturan tersebut mengatur tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan. Regulasi ini menjadi dasar hukum yang kuat untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat.

Dalam peraturan tersebut, setiap penyedia jasa boga skala menengah diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Kewajiban ini berlaku terutama untuk dapur produksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani lebih dari 750 porsi per hari. Adrianus Ojo menambahkan, “Oleh karena itu, kehadiran dan partisipasi bapak/ibu sekalian dalam pelatihan ini bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan sebuah investasi berharga untuk meningkatkan standar pelayanan kita.”

Investasi dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan secara signifikan. Dengan demikian, setiap porsi makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga terjamin keamanannya. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Materi Komprehensif Pelatihan Keamanan Pangan

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan kritikal untuk menjamin keamanan pangan yang disajikan. Materi yang diberikan sangat komprehensif dan relevan dengan praktik penjamahan makanan sehari-hari. Ini termasuk pemahaman mendalam tentang kebijakan keamanan pangan sebagai landasan operasional.

Beberapa materi penting yang disampaikan antara lain identifikasi cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan. Pengetahuan ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan penjamah makanan terhadap potensi risiko. Selain itu, peserta juga diajarkan kemampuan mencegah kontaminasi dan pemeliharaan lingkungan kerja yang bersih.

Materi lain yang tidak kalah penting adalah pengendalian vektor untuk menciptakan ruang produksi yang sehat. Proses pembersihan dan sanitasi peralatan juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Semua aspek ini dirancang untuk memastikan setiap tahapan produksi makanan memenuhi standar kebersihan yang tinggi.

Para peserta juga mendapatkan pelatihan prinsip higiene perorangan, yang menjadi tumpuan utama dalam praktik penjamahan makanan yang aman. Kemudian, tahapan proses produksi pangan siap saji yang aman diberikan sebagai panduan komprehensif dari awal hingga akhir pengolahan pangan. Adrianus Ojo menekankan, “Materi-materi itu adalah fondasi untuk menghasilkan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, higienis, dan layak konsumsi, jadi setiap porsi yang kita hidangkan membawa dampak langsung bagi kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.”

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi