Gubernur Bali Wayan Koster merespons soal event lari diduga diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) digelar di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Koster mengatakan, Polda Bali sedang mengejar terkait penyelenggara atau dua warga negara asing (WNA) Belanda menggelar event tersebut.
"Oh lagi dikejar oleh Polda Bali. Tidak boleh lagi, kan sudah ada edarannya. Yang begitu-begitu tindak tegas" kata Koster saat ditemui di acara Puncak Mangrove Sedunia di kawasan Taman Hutan Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/7).
Koster juga menyebutkan Bupati Badung Bupati I Wayan Adi Arnawa juga akan melakukan investigasi terkait event tersebut.
"Bupati Badung melakukan investigasi. Tidak boleh terjadi lagi hal seperti itu," ujar Koster.
Sebelumnya, viral di media sosial sebuah event lari diduga diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI). Event diikuti sejumlah warga negara asing (WNA) itu digelar komunitas di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Dugaan diskriminasi mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan menunjukkan calon peserta diseleksi berdasarkan kewarganegaraan. Dalam tangkapan layar seseorang mengaku warga Indonesia menerima penolakan dengan alasan tidak dapat diberikan akses ke komunitas tersebut.
Sementara dalam salah satu tangkapan layar lainnya beredar di Instagram, seseorang mengaku warga Jerman pengajuannya malah diterima. Postingan tersebut memicu protes dan netizen mempertanyakan dugaan pembatasan peserta berdasarkan kewarganegaraan tersebut.
Selain itu, netizen juga menyoroti aspek perizinan acara. Karena kegiatan itu disebut menggunakan jalan dan ruang publik.