Kemenaker dan Sido Muncul Sepakat, Produktivitas Nasional Harus Dimulai dari SDM yang Bahagia

Kemenaker dan Sido Muncul menegaskan, kunci produktivitas nasional bukan hanya teknologi, tapi kebahagiaan dan kesejahteraan SDM yang menjadi penggerak utama.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Kemenaker dan Sido Muncul Sepakat, Produktivitas Nasional Harus Dimulai dari SDM yang Bahagia
Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025 berlangsung di kawasan Agrowisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, pada Senin (10/11/2025) (2025 merdeka.com/Gilar)

Pagi itu suasana hangat di Agrowisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, menjadi saksi dimulainya Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025.

Kementerian Ketenagakerjaan RI menggandeng PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) sebagai lokasi kick-off. Bukan tanpa alasan, perusahaan yang identik dengan produk herbal dan jamu modern ini dianggap sukses menerapkan budaya kerja produktif yang mengutamakan pada produktivitas sumber daya manusia.

Kegiatan P3N tahun ini mengangkat tema “Peran Produktivitas dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, yang relevan dengan tantangan era digital dan dinamika transformasi ekonomi global. Acara ini menghadirkan dialog interaktif bersama tokoh nasional, pelaku usaha, dan masyarakat produktif, serta diikuti oleh ratusan peserta secara luring dan ribuan peserta secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sido Muncul
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Agung Nur Rohmad S.T., M.M., Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., serta Brand Ambassador Tolak Angin Sido Muncul Andy F. Noya secara simbolis menekan tombol tanda dimulainya P3N 2025. Prosesi tersebut disaksikan secara virtual oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. 2025 merdeka.com/Gilar

Dalam dialog interaktif, Direktur Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, berbagi kisah mengenai prinsip dalam kepemimpinannya yang berangkat dari filosofi sederhana yaitu “karyawan yang bahagia adalah pondasi produktivitas sejati.”

“Kami tidak mengadakan lomba produktivitas, tapi lomba nyanyi, badminton, dan pingpong. Kalau karyawan bahagia, mereka pasti produktif. Kebahagiaan itu hukum alam,” ujar Irwan dengan senyum khasnya.

Dari Pabrik Keluarga ke Perusahaan Nasional

Sido Muncul
Direktur Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dalam dialog interaktif di acara Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025. 2025 merdeka.com/Tessar

Irwan mengaku tidak pernah membayangkan akan memimpin perusahaan sebesar Sido Muncul.

“Dulu saya ingin jadi kontraktor. Tapi karena tidak ada yang mau menerima saya, akhirnya saya ikut di pabrik keluarga ini sejak 1959,” kenangnya.

Meski tidak berlatar belakang farmasi, Irwan tumbuh bersama Sido Muncul dari bawah. Ia belajar dari pengalaman, bahkan dari kemarahan dan kesalahan. Hingga akhirnya ia menemukan filosofi kepemimpinan yang menempatkan manusia di pusat produktivitas.

“Saya selalu pegang Golden Rule: perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Kalau karyawan bahagia, mereka mencintai pekerjaannya, dan otomatis produktif,” katanya.

Sido Muncul
Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan keterangan kepada awak media. 2025 merdeka.com/Gilar

Meski menjunjung nilai humanis, Sido Muncul juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satu langkah strategisnya adalah penerapan automation di sejumlah lini produksi.

“Kami sudah memakai mesin high speed untuk penghematan listrik, ruang, dan waktu. Proses fill and seal, dosing, counting, cartoning sudah banyak menggunakan mesin otomatis,” jelas Irwan.

Menurutnya, automation bukan ancaman, melainkan persiapan menuju masa depan industri yang lebih efisien dan akurat.

“Automation itu bukan untuk mengurangi tenaga kerja, tapi untuk menghindari kesalahan dan menyiapkan masa depan. Kami tidak pernah mengurangi karyawan. Bagi saya, teknologi harus berjalan berdampingan dengan kesejahteraan manusia,” tegasnya.

Filosofi ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenaker yang mendorong peningkatan produktivitas berbasis inovasi dan teknologi, tanpa mengesampingkan kesejahteraan pekerja.

Lovable Company: Menyebarkan Nilai Cinta dan Ketulusan

Irwan Hidayat tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi juga sebagai sosok yang humanis dan inspiratif. Ia percaya bahwa keberhasilan bisnis tak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari seberapa besar cinta yang ditanamkan perusahaan kepada karyawannya dan masyarakat.

“Saya ingin Sido Muncul jadi lovable company perusahaan yang mencintai Indonesia, agar dicintai masyarakat. Kalau bosnya sederhana, karyawannya tidak takut. Saya tidak mau jadi bos yang menakutkan. Saya ingin jadi ‘guru kebahagiaan’,” ujarnya.

Kisahnya dengan Ana Maria, artis yang sempat terpuruk karena kasus narkoba, menjadi contoh nyata filosofi tersebut. Saat banyak pihak menjauhi, Irwan justru menjadikannya bintang iklan Sido Muncul.

“Orang bilang saya gila. Tapi saya melihat dia korban sistem. Hasilnya? Penjualan naik lima kali lipat. Artinya, orang paling berharga adalah orang yang dicintai,” kata Irwan.

Sido Muncul
Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli hadir secara virtual saat Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025, pada Senin (10/11/2025). 2025 merdeka.com/Gilar

Sementara itu secara daring di tempat terpisah, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas menjadi faktor kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai, upaya tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh melalui intervensi pada empat pilar utama: people, product, process, dan policy.

“Produktivitas adalah strategi utama untuk meningkatkan daya saing industri. Kita perlu membangun tenaga kerja yang mampu menciptakan nilai tambah lebih besar,” jelas Yassierli.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa momentum bonus demografi harus dimanfaatkan dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan semata jumlahnya.

“Tantangan kita bukan sekadar kuantitas, tapi kualitas dan relevansi kemampuan tenaga kerja terhadap kebutuhan industri,” ujarnya.

Melalui P3N 2025, Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Agung Nur Rohmad, menyebut Sido Muncul sebagai contoh nyata industri produktif yang berorientasi pada manusia.

“Produktivitas dimulai dari hal kecil, disiplin, tanggung jawab, dan terus belajar. Sido Muncul sudah membuktikan bahwa lingkungan kerja yang bahagia menciptakan SDM unggul,” ujar Agung.

Pandangan ini turut diperkuat oleh Andy F. Noya, Brand Ambassador Tolak Angin Sido Muncul, yang menilai keberhasilan perusahaan tak lepas dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijaga sejak awal.

“Pak Irwan ini mengajarkan bahwa produktivitas itu bukan soal angka, tapi nilai moral dan kejujuran. Kalau karyawan bekerja dengan hati, hasilnya akan luar biasa,” tutur Andy.

Sido Muncul
Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) 2025 berlangsung di kawasan Agrowisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, pada Senin (10/11/2025) 2025 merdeka.com/Gilar

Bagi Irwan Hidayat, masa depan industri bukan hanya tentang teknologi dan efisiensi, tetapi tentang manusia yang bahagia bekerja di dalamnya.

“Kalau SDM-nya happy, ya unggul. Kalau tidak happy, pasti berantakan. Jadi, goal perusahaan itu bukan cuma profit, tapi kebahagiaan,” tutupnya.

Dengan kombinasi nilai kemanusiaan, adaptasi teknologi, dan semangat kolaborasi lintas sektor, Sido Muncul bukan sekadar perusahaan jamu terbesar di Indonesia tetapi simbol bagaimana bisnis bisa maju tanpa kehilangan hati.

Rekomendasi