PG Meritjan Kediri Optimis Capai Target Giling Tebu 2,5 Juta Kuintal di Musim 2026
PG Meritjan Kediri menargetkan giling tebu 2,5 juta kuintal pada 2026, meningkat dari tahun sebelumnya. Target PG Meritjan Target Giling Tebu 2026 ini didukung program pemerintah dan kolaborasi petani.
Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri, Jawa Timur, telah menetapkan target ambisius untuk musim giling tebu tahun 2026. Perusahaan menargetkan mampu menggiling tebu hingga 2,5 juta kuintal. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dari capaian 2,2 juta kuintal pada musim giling 2025. Optimisme ini didasari oleh berbagai upaya strategis dan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.
Proses giling tebu di PG Meritjan Kediri telah resmi dimulai, menandai awal dari musim produksi yang diharapkan berjalan lancar dan sukses. General Manager PG Meritjan Kediri, Tites Agung Priyono, menyatakan keyakinannya terhadap pencapaian target tersebut. Target rendemen untuk tahun 2026 juga ditetapkan sebesar 7,5 persen, mencerminkan harapan akan kualitas tebu yang optimal.
Pencapaian target PG Meritjan Target Giling Tebu 2026 ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pihak pabrik dan para petani tebu. Dukungan program pemerintah serta persiapan matang dari manajemen menjadi fondasi utama dalam menghadapi musim giling kali ini. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menjaga kelancaran operasional dan keberlanjutan industri gula nasional.
Optimisme Capai Target Produksi
General Manager PG Meritjan Kediri, Tites Agung Priyono, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap pencapaian target giling tebu 2,5 juta kuintal di tahun 2026. Keyakinan ini didukung oleh keberhasilan program pemerintah Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bongkar ratoon yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu petani.
Selain program CPCL, PG Meritjan juga menjalin kolaborasi erat dengan berbagai mitra, khususnya para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan Kediri. Sinergi ini menjadi kunci dalam memastikan pasokan tebu yang memadai dan berkualitas. Keterlibatan aktif petani sangat krusial untuk menopang produksi gula nasional.
Tradisi "manten tebu" turut digelar di area pabrik sebagai simbol kelancaran proses giling. Acara ini merupakan bagian dari ritual yang diyakini membawa keberkahan dan kelancaran selama musim giling berlangsung. Kegiatan ini mencerminkan kearifan lokal yang masih dijaga oleh PG Meritjan Kediri dalam setiap memulai musim giling.
Dukungan Penuh dari Sinergi Gula Nusantara
Direktur SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Affan Safiq, turut menyatakan optimismenya bahwa target PG Meritjan Target Giling Tebu 2026 akan terealisasi. Menurutnya, persiapan manajemen PG Meritjan sudah sangat matang dan terencana dengan baik. Koordinasi masif juga telah dilakukan dengan para petani serta lingkungan sekitar pabrik untuk memastikan kelancaran operasional.
Hasil general steam test di semua stasiun mesin menunjukkan nilai yang sangat memuaskan, mencapai 99,03 persen. Angka ini menjadi indikator kuat kesiapan PG Meritjan dalam melaksanakan giling tebu 2026. Kesiapan teknis ini sangat penting untuk mendukung upaya swasembada gula nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
Affan Safiq juga menambahkan bahwa PG Meritjan diharapkan dapat bangkit dan mencetak laba pada tahun ini. Dukungan dari SGN sebagai induk perusahaan menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja PG Meritjan. Peningkatan efisiensi dan produktivitas menjadi fokus utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Komitmen Petani Tebu Rakyat
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan Kediri, Mahmud Pujianto, menegaskan komitmen penuh pihaknya untuk mendukung kelancaran giling tebu 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan PG Meritjan sebagai perusahaan tertua di Kediri. Kehadiran pabrik ini telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Petani binaan PG Meritjan Kediri juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengirimkan tebu dengan kualitas terbaik. Mereka berkomitmen untuk menyediakan tebu yang manis, bersih, dan segar. Kualitas tebu yang baik merupakan faktor penentu dalam mencapai rendemen tinggi dan produksi gula yang optimal.
Keterlibatan aktif petani dalam proses ini menunjukkan hubungan simbiosis mutualisme antara pabrik dan petani. Sinergi ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pasokan gula di pasar domestik. Keberlanjutan kemitraan ini menjadi kunci utama untuk masa depan industri gula di Kediri.
Sumber: AntaraNews