Terbukti Langgar Etika Akademik, ITB Somasi Prihantini Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional
ITB akan segera melayangkan somasi kepada Prihantini agar segera menarik semua karya ilmiah dan publikasi yang terafiliasi dengan kampus tersebut.
Institut Teknologi Bandung (ITB) memastikan Prihantini, yang merupakan alumni program Magister di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, terbukti menyalahgunakan nama ITB sebagai afiliasi untuk mengikuti konferensi internasional.
"Pendalaman terkait kasus Prihantini sudah dilakukan. Hasilnya adalah terbukti menyalahgunakan nama ITB sebagai afiliasi padahal yang bersangkutan sudah menjadi alumni dan kegiatan yang bersangkutan tidak ada keterkaitan dengan kegiatan akademik di ITB," kata Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6).
Aep menambahkan, tindakan yang dilakukan Prihantini merupakan pelanggaran etika akademik. Maka dari itu, ITB akan segera melayangkan somasi kepada Prihantini agar segera menarik semua karya ilmiah dan publikasi yang terafiliasi dengan ITB.
"ITB akan meminta yang bersangkutan, somasi untuk menarik paper-paper atau semua publikasi yang bersangkutan yang menuliskan atau memakai afiliasi ITB," ucap dia.
Palsukan Riset
Sebelumnya, Prihantini dan Rifaldy Putra diduga memalsukan riset untuk dipresentasikan di International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) yang diadakan di Kopenhagen, Denmark. Prihantini merupakan alumni program Magister FMIPA ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022.
Dugaan pemalsuan riset itu mencuat usai diungkap dua peneliti yakni Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat.
Mereka menilai ada beberapa kejanggalan dalam materi presentasi yang disampaikan dalam konferensi tersebut seperti penggunaan Artificial Intelligence (AI) hingga penggunaan nama lembaga AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation yang diduga palsu.
Diduga, Prihantini dan Rifaldy ikut dalam konferensi internasional hanya untuk mendapatkan dana hibah yakni travel grant dan 'pelesiran' ke luar negeri.