Basarnas Terjunkan Penyelam Cari Wisatawan Hilang Pantai Sine Tulungagung
Tim Basarnas terus berupaya mencari wisatawan hilang Pantai Sine Tulungagung yang terseret ombak. Pencarian melibatkan tim penyelam hingga penyisiran darat.
Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Trenggalek mengerahkan tim penyelam guna mencari seorang wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur. Insiden tragis ini menimpa Muhamad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Sabtu (7/2) lalu. Upaya pencarian intensif telah dilakukan sejak hari pertama, namun korban belum berhasil ditemukan hingga hari kedua pencarian pada Minggu (8/2) sore.
Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menyatakan bahwa berbagai metode pencarian telah diterapkan untuk menemukan korban. Tim SAR tidak hanya berfokus pada penyisiran area perairan, tetapi juga melakukan pemantauan dan pencarian di sepanjang garis pantai. Kondisi cuaca dan gelombang laut menjadi faktor penting dalam menentukan strategi pencarian yang efektif di lokasi kejadian.
Sebelumnya, enam wisatawan dilaporkan terseret arus kuat saat asyik bermain air di Pantai Sine, yang terletak di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Lima orang berhasil diselamatkan oleh warga setempat, meskipun salah satunya sempat dilarikan ke RSUD dr. Iskak karena kondisi kritis akibat banyak kemasukan air laut. Nahas, Muhamad Attaya Ulum terseret ombak ke tengah laut dan tidak dapat diselamatkan.
Upaya Pencarian Basarnas di Pantai Sine
Pada hari kedua pencarian, Basarnas Pos SAR Trenggalek mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan tugas spesifik untuk memaksimalkan upaya penemuan korban. SRU pertama adalah tim penyelam yang fokus menyisir dasar muara Pantai Sine, area terakhir korban terlihat sebelum menghilang. Langkah ini diambil karena adanya dugaan kuat bahwa korban mungkin masih berada atau tersangkut di area tersebut.
SRU kedua bertugas sebagai tim pemantau dan penyisir darat, melakukan pengawasan ketat di sepanjang garis pantai. Tim ini bertugas mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dan muncul di permukaan laut atau terdampar di area pesisir. Sementara itu, SRU ketiga adalah tim perahu dan penjaring yang bekerja sama dengan nelayan setempat.
Tim perahu ini melakukan penyisiran di perairan sekitar muara dengan radius terbatas, menyesuaikan kondisi gelombang dan arus laut yang ada. Bayu Prasetyo menjelaskan bahwa pencarian hari kedua dilakukan dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dengan fokus utama di sekitar muara Pantai Sine. Kondisi air laut yang surut dan cuaca yang mendukung dimanfaatkan untuk memaksimalkan kinerja tim penyelam.
Kronologi Insiden Wisatawan Hilang
Insiden nahas ini bermula ketika enam wisatawan sedang menikmati waktu bermain air di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, pada Sabtu (7/2). Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeret keenam pengunjung tersebut ke tengah laut. Warga sekitar yang sigap segera memberikan pertolongan, berhasil menyelamatkan lima orang dari gulungan ombak.
Salah satu dari lima korban yang berhasil diselamatkan dilaporkan dalam kondisi cukup kritis dan harus segera dilarikan ke RSUD dr. Iskak. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya air laut yang masuk ke dalam tubuhnya saat terseret ombak. Sayangnya, Muhamad Attaya Ulum tidak seberuntung rekan-rekannya dan terseret lebih jauh ke tengah laut hingga akhirnya menghilang.
Hingga sore hari kedua pencarian, tanda-tanda keberadaan korban Muhamad Attaya Ulum belum juga ditemukan, meskipun berbagai upaya telah dikerahkan. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi dan bekerja keras di lapangan, menghadapi tantangan kondisi laut yang dinamis.
Rencana Pencarian Lanjutan Basarnas
Pencarian terhadap wisatawan hilang Pantai Sine, Muhamad Attaya Ulum, dihentikan sementara pada Minggu (8/2) sore setelah seharian penuh melakukan penyisiran. Meskipun demikian, Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, memastikan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan pada hari ketiga. Pola pencarian yang sama akan diterapkan, namun dengan perluasan radius area untuk meningkatkan peluang penemuan korban.
Perluasan area pencarian ini menjadi strategi penting mengingat kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh dari titik awal kejadian. Tim SAR akan terus memantau kondisi cuaca dan arus laut untuk menyesuaikan metode pencarian yang paling efektif. Koordinasi dengan nelayan lokal juga akan terus ditingkatkan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi perairan.
Basarnas berharap dengan perluasan radius dan optimalisasi sumber daya, korban dapat segera ditemukan. Keluarga korban juga terus mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian dari tim di lapangan. Semua pihak berharap upaya pencarian ini dapat membuahkan hasil secepatnya.
Sumber: AntaraNews