Tingkatkan Efisiensi, Dishub Jatim Segera Terapkan Sistem Transportasi Cerdas di TransJatim
Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana mengimplementasikan Sistem Transportasi Cerdas (ITS) pada layanan TransJatim guna meningkatkan efisiensi perjalanan dan kualitas pelayanan transportasi publik.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur sedang mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di wilayahnya. Mereka berencana menerapkan Intelligent Transport System (ITS) atau Sistem Transportasi Cerdas pada layanan TransJatim. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan efisiensi perjalanan yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
Penerapan ITS ini akan memanfaatkan teknologi canggih, termasuk sensor pada persimpangan jalan, untuk mengatur durasi lampu lalu lintas secara real-time. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan, khususnya bagi bus TransJatim. Konsep ini telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik modern.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyatakan bahwa implementasi awal akan difokuskan pada Koridor I TransJatim yang memiliki tingkat keterisian penumpang atau load factor tinggi. Koridor ini dipilih karena memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi, menjadikannya prioritas utama untuk peningkatan efisiensi transportasi.
Optimalisasi Lalu Lintas dengan Teknologi Cerdas
Penerapan Sistem Transportasi Cerdas (ITS) akan membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan lalu lintas di Jawa Timur. Teknologi sensor yang dipasang di persimpangan jalan akan menjadi inti dari sistem ini. Sensor tersebut mampu mendeteksi kepadatan kendaraan secara real-time dan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas secara otomatis.
Dengan demikian, kendaraan dari arah yang lebih padat akan memperoleh waktu lampu hijau lebih lama dibandingkan jalur dengan volume kendaraan rendah. Sebaliknya, jalur dengan volume kendaraan rendah akan memiliki durasi lampu hijau yang lebih singkat. Pendekatan dinamis ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan kemacetan di persimpangan.
Dishub Jatim juga mengintegrasikan konsep bus priority atau prioritas bagi bus TransJatim agar kendaraan angkutan massal memperoleh kelancaran saat mendekati persimpangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa transportasi publik dapat bergerak lebih cepat dan tepat waktu, meningkatkan daya tarik bagi pengguna.
Pengembangan dan Integrasi Sistem Keselamatan
Konsep Sistem Transportasi Cerdas (ITS) yang direncanakan Dishub Jatim bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga keselamatan. Penerapan ITS akan dipadukan dengan program jalan berkeselamatan yang mencakup penyediaan fasilitas keselamatan lalu lintas secara lengkap di koridor layanan.
Semua fasilitas keselamatan, mulai dari rambu-rambu hingga marka jalan, akan dikombinasikan secara sinergis dengan sistem angkutan publik berbasis ITS. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. Ini juga sejalan dengan upaya modernisasi transportasi publik.
Selain Koridor I TransJatim, Dishub Jatim juga memiliki rencana untuk menerapkan konsep serupa di wilayah Malang sebagai bagian dari pengembangan transportasi perkotaan berbasis teknologi. Pengembangan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas manfaat ITS ke lebih banyak daerah di Jawa Timur, mendukung mobilitas yang berkelanjutan.
Tahapan Implementasi dan Dukungan Anggaran
Sebelum implementasi penuh, Dishub Jatim akan memulai dengan melakukan kajian mendalam pada Koridor I TransJatim. Kajian ini penting untuk menganalisis kondisi fasilitas dan infrastruktur yang tersedia. Hal ini memastikan bahwa sistem dapat diterapkan secara optimal dan efektif sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Saat ini, Dishub Jatim masih melakukan survei fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di koridor-koridor tersebut sebelum implementasi dilakukan. Proses ini merupakan langkah krusial untuk mengidentifikasi potensi kendala dan merencanakan solusi yang tepat. Persiapan teknis yang matang akan mempercepat proses penerapan Sistem Transportasi Cerdas ini.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, menekankan bahwa realisasi program bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah. Meskipun demikian, kajian teknis telah mulai disiapkan untuk mempercepat penerapan sistem transportasi cerdas di Jawa Timur.
Sumber: AntaraNews