Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulsel Capai Rp111 Miliar, DJBC Optimistis Kejar Target 2026
Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulsel hingga Mei 2026 telah mencapai Rp111,27 miliar, mendekati 30 persen dari target. Simak rincian dan optimisme DJBC mengejar target tahun ini.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatat capaian signifikan. Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai Provinsi Sulawesi Selatan hingga Mei 2026 mencapai Rp111,27 miliar.
Angka tersebut setara dengan sekitar 29,80 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp373,4 miliar. Pencapaian ini menunjukkan progres positif dalam pengumpulan pendapatan negara dari sektor kepabeanan dan cukai.
Kepala Bidang Kepabeanan Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel, Alimuddin Lisaw, menyampaikan data ini di Makassar pada Minggu. DJBC Sulbagsel terus berupaya mengoptimalkan penerimaan di tengah dinamika ekonomi regional.
Rincian Target dan Pencapaian Awal Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulsel
Target penerimaan kepabeanan dan cukai untuk tahun 2026 di Sulawesi Selatan ditetapkan sebesar Rp373,4 miliar. Angka ini terbagi menjadi bea masuk sebesar Rp192,5 miliar, bea keluar Rp73,7 miliar, dan cukai sebesar Rp107,1 miliar.
Hingga Mei 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp111,27 miliar, atau hampir 30 persen dari total target yang ditetapkan. Pencapaian ini menjadi indikator awal kinerja DJBC Sulbagsel dalam mengamankan pendapatan negara.
Bea masuk menjadi kontributor terbesar dalam realisasi ini, dengan nilai mencapai Rp68,05 miliar. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 35,3 persen dari target bea masuk yang telah ditetapkan.
Kontribusi signifikan dari bea masuk menunjukkan pergerakan impor yang masih menjadi tulang punggung penerimaan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, sektor lain juga menunjukkan progres yang patut diperhatikan.
Fluktuasi Penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai
Meskipun bea masuk menjadi penyumbang terbesar, penerimaan pada sektor ini mengalami kontraksi 4,8 persen secara tahunan. Namun, terdapat kenaikan signifikan 67,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan pemulihan bulanan.
Sementara itu, penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp17,01 miliar hingga Mei 2026, mencapai 23,4 persen dari target. Sektor ini menunjukkan penurunan 36,3 persen secara tahunan, tetapi melonjak 268,6 persen dari bulan sebelumnya.
Adapun penerimaan cukai mencapai Rp26,2 miliar hingga Mei 2026, atau sekitar 24,5 persen dari target. Penerimaan cukai mengalami penurunan 24,5 persen secara tahunan dan turun 17,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Fluktuasi ini dijelaskan oleh Alimuddin Lisaw sebagai dampak dari dinamika perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor, serta kondisi industri. Industri-industri ini menjadi objek pungutan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan.
Optimisme DJBC Sulbagsel dalam Mengejar Target Penerimaan
Tren total penerimaan kepabeanan dan cukai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang fluktuatif berdasarkan data DJBC Sulbagsel. Hal ini mencerminkan tantangan dan peluang dalam pengumpulan pendapatan negara.
Meskipun beberapa sektor mengalami penurunan, DJBC Sulbagsel tetap optimistis. Mereka yakin target penerimaan tahun 2026 dapat terus dikejar melalui berbagai upaya strategis yang telah direncanakan.
Strategi tersebut meliputi penguatan pengawasan serta optimalisasi pelayanan kepabeanan dan cukai di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan efisiensi.
Komitmen DJBC untuk mencapai target menunjukkan dedikasi dalam mendukung penerimaan negara. Ini penting untuk pembangunan dan keberlanjutan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.
Sumber: AntaraNews