Penerimaan Bea Cukai Banten Awal 2026 Capai Rp975,48 Miliar, Lampaui Target Tahunan?
Kantor Wilayah Bea Cukai Banten mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp975,48 miliar hingga Januari 2026, mencapai 5,64 persen dari target APBN. Angka ini menunjukkan kinerja awal yang signifikan untuk Penerimaan Bea Cukai Banten.
Kantor Wilayah Bea Cukai Banten menunjukkan kinerja awal yang impresif pada tahun 2026. Hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di wilayah tersebut telah mencapai Rp975,48 miliar. Capaian ini setara dengan 5,64 persen dari target tahunan yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp17,29 triliun.
Angka penerimaan yang signifikan ini menjadi indikator positif bagi perekonomian regional Banten di awal tahun. Meskipun baru berjalan satu bulan, persentase pencapaian target menunjukkan potensi yang kuat untuk Bea Cukai Banten dalam memenuhi target penerimaan sepanjang tahun.
Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan rincian komponen penerimaan tersebut. Ia memaparkan bahwa capaian ini didukung oleh tiga pilar utama, yaitu bea masuk, cukai, dan bea keluar, yang masing-masing memiliki dinamika tersendiri.
Rincian Penerimaan Bea Cukai Banten per Sektor
Penerimaan bea masuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai tercatat sebesar Rp722,69 miliar. Hengky menjelaskan bahwa capaian ini dipengaruhi oleh dinamika penurunan importasi pada beberapa komoditas. Komoditas tersebut meliputi biji kakao, makanan olahan, kimia dasar organik, kapal laut, hingga mesin untuk keperluan umum.
Sementara itu, sektor cukai menyumbang sebesar Rp251,10 miliar pada periode yang sama. Realisasi ini didorong oleh kenaikan target yang signifikan di tahun 2026. Selain itu, pelekatan pita cukai pada Januari masih menggunakan pemesanan tahun 2025, ditambah adanya penurunan produksi pada beberapa pabrik minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Untuk sektor bea keluar, realisasi tercatat mencapai Rp1,68 miliar. Nilai ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global, khususnya kelapa sawit dan produk turunan pengolahannya. Kondisi pasar global yang tidak stabil turut membentuk pergerakan penerimaan dari bea keluar.
Dinamika Neraca Perdagangan Banten di Awal Tahun
Hengky juga memaparkan kinerja neraca perdagangan Banten pada periode Januari 2026. Nilai ekspor tercatat sebesar 1,62 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor mencapai 2,19 miliar dolar AS. Keseimbangan neraca perdagangan ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang dinamis di wilayah Banten.
Penurunan nilai ekspor dipengaruhi oleh komoditas perhiasan, mesin keperluan khusus, serta pesawat udara. Di sisi lain, penurunan nilai importasi didominasi oleh hasil minyak, peralatan komunikasi, dan logam dasar mulia. Fluktuasi ini mencerminkan perubahan permintaan pasar dan kondisi industri di Banten.
Data neraca perdagangan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai aktivitas ekonomi Banten di awal tahun. Meskipun terdapat penurunan pada beberapa komoditas, kinerja Bea Cukai Banten secara keseluruhan tetap menunjukkan tren positif dalam penerimaan negara.
Sumber: AntaraNews