Akademisi Dorong Peningkatan Investasi Situbondo untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Akademisi Unars Situbondo mendesak pemerintah daerah untuk terus menggenjot iklim investasi di Situbondo demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Akademisi Dorong Peningkatan Investasi Situbondo untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Akademisi Unars Situbondo mendesak pemerintah daerah untuk terus menggenjot iklim investasi di Situbondo demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat. (AntaraNews)

Akademisi Universitas Abdurrachman Saleh (Unars) Situbondo, Riza Rachman, mendesak pemerintah daerah setempat untuk terus meningkatkan iklim investasi. Langkah ini dianggap krusial sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kota Santri tersebut.

Dorongan ini muncul mengingat pertumbuhan ekonomi Situbondo pada triwulan I/2026 yang positif 5,50 persen, didominasi oleh konsumsi rumah tangga sebesar 73,84 persen dari total PDRB. Peningkatan investasi diharapkan dapat memberikan efek ganda yang signifikan.

Riza Rachman menekankan bahwa peningkatan investasi akan menciptakan serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, dan multiplier effect yang luas bagi perekonomian masyarakat Situbondo. Ini menjadi strategi penting di tengah penerimaan daerah yang masih minim.

Pentingnya Iklim Investasi bagi Perekonomian Situbondo

Riza Rachman menjelaskan bahwa penerimaan daerah atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) Situbondo saat ini masih tergolong minim. Oleh karena itu, peningkatan iklim investasi menjadi langkah strategis yang harus diambil pemerintah daerah.

Investasi diharapkan dapat memberikan efek ganda (multiplier effect) yang positif bagi perekonomian lokal. Dampak ini mencakup peningkatan serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan stimulasi aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Menurut Riza, dalam rumus pertumbuhan ekonomi, investasi adalah salah satu pilar utama selain konsumsi masyarakat dan selisih ekspor-impor. Belanja pemerintah daerah yang lebih fokus pada program prioritas masyarakat juga berperan penting.

Upaya Pemkab Situbondo dalam Menarik Investasi

Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi investor. Langkah-langkah konkret telah diambil, termasuk penyederhanaan perizinan dan perbaikan tata kelola investasi.

Selain itu, Pemkab Situbondo juga telah membentuk tim investasi khusus yang bertugas mendukung program kerja pemerintah dalam menarik modal. Tim ini diharapkan menjadi "corong" utama untuk mengundang investor menanamkan modalnya di Situbondo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, menyatakan bahwa agenda "Situbondo Investor Day" secara rutin digelar. Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi komprehensif tentang potensi daerah kepada investor dari luar.

Melalui kegiatan seperti Investor Day, pemerintah daerah ingin memastikan investor mengetahui bahwa Situbondo siap menerima investasi. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam proses penanaman modal.

Realisasi dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Situbondo

Realisasi investasi di Kabupaten Situbondo menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, investasi berhasil mencapai Rp1 triliun, melonjak 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp590 miliar.

Angka realisasi investasi ini bahkan melampaui target investasi daerah yang telah ditetapkan sebesar Rp425 miliar. Pencapaian ini mengindikasikan keberhasilan strategi pemerintah daerah dalam menarik modal.

Sejalan dengan peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi Situbondo pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,28 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19.

Sementara itu, data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Situbondo pada triwulan I/2026 tetap tumbuh positif di angka 5,50 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi