38 Masjid di Jatim Lolos Seleksi Awal Masjid Award 2026 DMI-Demasindo

Sebanyak 38 masjid dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil lolos seleksi administrasi awal program Masjid Award 2026 DMI-Demasindo, siap menuju tahap asesmen lapangan yang ketat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
38 Masjid di Jatim Lolos Seleksi Awal Masjid Award 2026 DMI-Demasindo
Sebanyak 38 masjid dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur berhasil lolos seleksi administrasi awal program Masjid Award 2026 DMI-Demasindo, siap menuju tahap asesmen lapangan yang ketat. (AntaraNews)

Sebanyak 38 masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur telah berhasil melewati seleksi administrasi awal untuk program "Masjid Award 2026". Program bergengsi ini diselenggarakan oleh Yayasan Demasindo Jawa Timur berkolaborasi dengan Tim Juri Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jatim, menandai komitmen dalam peningkatan kualitas pengelolaan masjid.

Pengumuman kelolosan ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam mencari enam masjid terbaik di empat kategori yang akan bersaing di tahap presentasi. Proses seleksi ini bertujuan untuk mengapresiasi serta mendorong tata kelola dan fungsi masjid yang lebih optimal sebagai pusat peradaban umat di seluruh Jawa Timur.

Ketua Panitia Masjid Award 2026, Dr. Agoes Moh Moefad, menyatakan bahwa penetapan peserta dilakukan dalam rapat tim juri dan Yayasan Demasindo pada 26 Juni 2026. Tahapan selanjutnya akan melibatkan asesmen lapangan yang ketat untuk menyeleksi finalis yang benar-benar unggul.

Tahapan Seleksi dan Kategori dalam Masjid Award 2026 DMI-Demasindo

Setelah melewati seleksi administrasi, tim juri akan melanjutkan dengan fase asesmen lapangan yang dijadwalkan berlangsung dari 8 hingga 26 Juli 2026. Tahap ini sangat krusial karena akan menilai secara langsung aspek-aspek penting seperti manajemen, kebersihan, fasilitas, serta program-program kemasyarakatan yang dijalankan oleh masjid-masjid yang telah lolos.

Dari total 38 masjid yang lolos, hanya enam masjid terbaik yang akan berhak melaju ke tahap presentasi akhir. Pengumuman enam finalis ini direncanakan pada 30 Juli 2026, memberikan waktu bagi para peserta untuk mempersiapkan diri sebelum presentasi final yang dijadwalkan pada 8 Agustus 2026 di Surabaya.

Masjid Award 2026 DMI-Demasindo melombakan empat kategori utama untuk memastikan penilaian yang komprehensif dan adil. Kategori tersebut meliputi Masjid Besar, Masjid Jami', Masjid Kantor, serta Masjid Kampung/Perumahan, mencakup spektrum luas jenis masjid dengan karakteristik dan tantangan yang berbeda di Jawa Timur.

Tim juri yang berbeda ditugaskan untuk setiap kategori, memastikan keahlian dan objektivitas dalam proses asesmen lapangan. Sebaran masjid yang lolos berasal dari 19 kabupaten/kota, menunjukkan partisipasi yang luas dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Mojokerto, Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, Tuban, Trenggalek, Sumenep, Situbondo, Kabupaten Pasuruan, Pacitan, Nganjuk, Lumajang, Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Kabupaten Malang.

Inisiatif Demasindo Jatim dalam Penguatan Kapasitas dan Kemandirian Ekonomi Umat

Selain perhelatan Masjid Award 2026, Yayasan Demasindo Jatim juga secara proaktif memperkuat kapasitas pengurus masjid melalui berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Demasindo dalam mendukung peran masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan masyarakat.

Sebagai contoh, pada 11 Juli 2026, Demasindo Jatim bekerja sama dengan BPBD Jatim, telah sukses menggelar pelatihan tanggap bencana bagi 50 pengurus DMI se-Jatim. Pelatihan komprehensif ini mencakup materi pertolongan pertama, simulasi bencana, hingga pemanfaatan ruang virtual reality, secara signifikan meningkatkan kesiapsiagaan masjid sebagai pusat evakuasi dan koordinasi saat terjadi bencana.

Sebelumnya, pada 6 Juli 2026, Demasindo bersama Departemen Pemberdayaan ZISWAF PW DMI Jatim mengadakan workshop transformasi ZISWAF. Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk mendorong pengembangan wakaf produktif, yang pada gilirannya akan memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui peran strategis masjid sebagai lembaga pengelola ZISWAF yang efektif dan transparan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi