Satu Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung, Lima Selamat

Seorang wisatawan dilaporkan hilang terseret ombak laut selatan di Pantai Sine Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu, 7 Februari 2026, sementara lima lainnya berhasil diselamatkan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satu Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung, Lima Selamat
Seorang wisatawan dilaporkan hilang terseret ombak laut selatan di Pantai Sine Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu, 7 Februari 2026, sementara lima lainnya berhasil diselamatkan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang. (AntaraNews)

Tulungagung, Jawa Timur – Insiden nahas menimpa rombongan wisatawan di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Satu orang wisatawan dilaporkan hilang terseret ganasnya ombak laut selatan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sementara itu, lima wisatawan lainnya berhasil diselamatkan dalam kejadian tersebut.

Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika dua wisatawan sedang berenang di area Pantai Sine. Keduanya tiba-tiba terseret ombak besar yang datang secara tak terduga. Empat wisatawan lain yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan, namun justru ikut terseret arus kuat.

Korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Muhamad Attaya Ulun, seorang pemuda berusia 20 tahun. Ia merupakan warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sementara lima wisatawan yang berhasil dievakuasi langsung mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Detik-detik Kejadian dan Upaya Penyelamatan Awal

Bayu Prasetyo mengungkapkan bahwa upaya penyelamatan dilakukan secara spontan oleh wisatawan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Berkat reaksi cepat tersebut, lima orang berhasil ditarik ke daratan. Namun, satu korban, Muhamad Attaya Ulun, belum berhasil ditemukan dan masih dalam pencarian intensif.

Dari lima wisatawan yang berhasil diselamatkan, satu di antaranya harus dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung. Kondisinya dilaporkan kritis dan memerlukan penanganan darurat medis. Empat korban lainnya mendapatkan perawatan awal dan observasi.

Dalam operasi pencarian, Basarnas bersama unsur terkait telah menyiapkan tim dan peralatan lengkap. Mereka melakukan penyisiran secara menyeluruh di perairan dan garis pantai sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan berkoordinasi erat untuk mempercepat proses penemuan korban.

Imbauan Keselamatan di Pantai Selatan

Camat Kalidawir, Rusdianto, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pendataan awal, seluruh korban merupakan wisatawan. Mereka bukan nelayan setempat yang sudah terbiasa dengan kondisi laut. Informasi ini diperoleh langsung dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sine.

Rusdianto mengimbau seluruh pengunjung pantai untuk selalu mematuhi rambu keselamatan yang telah terpasang. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak berenang di area berbahaya, terutama saat kondisi ombak sedang tinggi. Kesadaran akan potensi bahaya sangat krusial untuk mencegah insiden serupa.

Pemerintah daerah bersama tim SAR secara terus-menerus mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat potensi gelombang laut selatan yang dikenal memiliki arus kuat dan sangat berbahaya. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi