Bantah Kelangkaan MinyaKita, Bulog Sulselbar Sudah Distribusikan 1,5 Juta per Bulan

Bulog Sulselbar mendapatkan kuota distribusi yakni 2 juta liter per hari.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Bantah Kelangkaan MinyaKita, Bulog Sulselbar Sudah Distribusikan 1,5 Juta per Bulan
Bantah Kelangkaan MinyaKita, Bulog Sulselbar Sudah Distribusikan 1,5 Juta per Bulan (Merdeka.com)

Isu kelangkaan MinyaKita di pasar di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang menyebabkan harga naik menjadi perhatian Badan Urusan Logistik (Bulog). Bulog Sulselbar menyebut sudah mendistribusikan sekitar 1,5 juta liter MinyaKita ke pasar.

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Karmila Hasmin Marunta menegaskan Bulog bukan satu-satunya pihak yang mendistribusikan MinyaKita. Selain BUMN Pangan, kata Karmila, pihak swasta juga ada yang menjadi distributor.

"Jadi ada banyak distributor sebenarnya, tetapi penugasan kepada Bulog itu merupakan salah satu penugasan ke BUMN Pangan juga. Nantinya bahwa kita harus berkolaborasi bersama-sama dengan BUMN Pangan, dengan distributor swasta lainnya untuk sama-sama menjaga isu kelangkan minyak goreng ini," ujar Karmila saat ditemui di Kantornya, Selasa (23/6).

Penjelasan Bulog

Karmila menjelaskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax ternyata berdampak pada distribusi MinyaKita dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ke Sulsel. Meski demikian, ia berharap harga MinyaKita di pasar atau tingkat pengecer sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700.

"Jadi memang kita Bulog ini selalu bersinergi bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota. Bulog bukan menjadi satu-satunya distributor yang menyalurkan atau mensupply ke pengecer ataupun ke toko-toko, ke retail atau ke kios terhadap MinyaKita ini," kata Karmila.

Karmila mengungkapkan Bulog Sulselbar mendapatkan kuota distribusi yakni 2 juta liter per hari. Saat ini, Bulog Sulselbar sudah menyuplai MinyaKita sebesar 1,5 juta per hari.

"Jadi memang untuk meng-cover seluruh (kebutuhan minyak goreng) masyarakat yang ada di Sulsel ini memang kemarin kami hitung masih kurang lebih 1,5 juta liter per bulannya," kata dia.

Berdasarkan data Bulog Sulselbar, hingga semester I tahun 2026 ini sudah mendistribusikan MinyaKita sebesar 9 juta liter.

"Untuk semester I, sudah 9,5 juta liter. Itu dari Januari sampai dengan bulan berjalan ini," sebutnya.

Terkait adanya program pemerintah soal bantuan pangan, Karmila menyebut tidak mempengaruhi stok MinyaKita di Bulog.

"Jadi ini tidak menjadi pengaruh di masyarakat bahwa adanya bantuan pangan dari pemerintah melalui Bulog.Komoditi minyak tidak mempengaruhi terhadap kelangkaan minyak sendiri, karena memang postnya sudah berbeda," pungkasnya.

Rekomendasi