Tim SAR gabungan segera bergerak menyisir area Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat pagi untuk mencari seorang pelajar yang dilaporkan hilang. Pelajar bernama Muhamad Luthfi Padilah (14) tersebut diduga terseret ombak saat sedang berenang di kawasan tersebut. Insiden ini memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait untuk menemukan korban.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa tim telah diturunkan untuk operasi pencarian intensif. Korban Muhamad Luthfi Padilah, warga Pangandaran, saat ini masih dinyatakan hilang setelah kejadian nahas tersebut. Fokus utama tim adalah keselamatan personel selama menjalankan misi kemanusiaan ini.
Kejadian bermula ketika Muhamad Luthfi Padilah bersama seorang teman dan satu saksi sedang bermain air di dekat tembok pemecah gelombang laut di Pantai Timur. Tiba-tiba, arus kuat menyeret kedua pelajar tersebut ke tengah laut, menciptakan situasi yang sangat membahayakan. Saksi berupaya menolong, namun hanya berhasil menyelamatkan satu korban.
Advertisement
Advertisement
Insiden tragis yang menimpa Muhamad Luthfi Padilah terjadi pada Jumat pagi di Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di Desa Babakan. Kantor SAR Bandung menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia, di mana satu orang tenggelam. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim ke lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun, Luthfi Padilah bersama Muhamad Harian Azam (11) dan seorang teman lainnya sedang berenang di sekitar area tembok pemecah gelombang. Area ini dikenal memiliki arus yang cukup kuat dan ombak yang tidak menentu. Kondisi tersebut menjadi faktor pemicu insiden terseretnya kedua pelajar.
Saat arus mulai menarik mereka ke tengah laut, teman Luthfi yang menjadi saksi berupaya memberikan pertolongan. Namun, kuatnya arus dan hantaman ombak menyebabkan Luthfi terlepas dari pegangan. Saksi hanya berhasil menyelamatkan Muhamad Harian Azam ke tepi pantai, sementara Luthfi Padilah hilang terbawa arus ombak.
Advertisement
Advertisement
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Bandung segera memberangkatkan Tim SAR dari Pos SAR Pangandaran menuju lokasi kejadian. Tim ini beranggotakan personel terlatih yang siap menghadapi medan pencarian di laut. Mereka membawa peralatan lengkap untuk mendukung operasi penyelamatan dan pencarian.
Ade Dian Permana menegaskan bahwa operasi pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan prioritas keselamatan personel. "Operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengutamakan keselamatan personel," kata Ade Dian. Pernyataan ini menunjukkan komitmen tim dalam menemukan korban.
Metode pencarian yang diterapkan oleh tim SAR gabungan meliputi penyisiran sepanjang garis pantai dan penggunaan perahu untuk menjelajahi area tengah lautan. Area pencarian diperluas dengan mempertimbangkan arah arus dan potensi penyebaran korban. Harapannya, korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews