Presiden Prabowo Bakal Hadiri Aksi May Day di Monas, 200.000 Massa Tuntut 6 Isu Ketenagakerjaan
Para peserta aksi akan menyuarakan enam tuntutan utama pada May Day yang digelar di Monas.
Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 digelar meriah di Lapangan Monas, Jakarta, dengan dihadiri oleh sekitar 200.000 buruh dari seluruh Indonesia. Acara ini juga disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan sambutan utama.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa peringatan May Day kali ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, Presiden RI hadir langsung di tengah-tengah buruh.
"Massa buruh akan mulai memasuki kawasan Monas jam 8 pagi. Massa Buruh berasal dari Jabotabek, Jabar, Jateng dan Jatim juga perwakilan dari seluruh Indonesia. Hadir juga Perwakilan Buruh Migran dari Hongkong," kata Andi Gani saat dihubungi, Minggu (27/4).
Dalam sambutannya, Andi Gani mengapresiasi langkah-langkah Presiden Prabowo yang dinilai berpihak pada kaum buruh, seperti pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK yang melibatkan unsur pemerintah, buruh, pengusaha, dan akademisi. Selain itu, ia juga memuji kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Desk Pidana Ketenagakerjaan untuk membantu menyelesaikan masalah perburuhan.
"May Day 2025 sangat istimewa untuk Buruh Indonesia karena setelah 60 tahun baru kali ini Presiden RI hadir langsung," ucap dia.
Aksi May Day kali ini juga dihadiri oleh Presiden Konfederasi Buruh Dunia, Akiko Gono, serta sejumlah tokoh buruh lainnya, seperti Said Iqbal dari KSPI, Jumhur Hidayat dari KSPSI Pembaruan, dan Ely Rosita Silaban dari KSBSI.
Para peserta aksi menyuarakan enam tuntutan utama, antara lain pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan penghapusan sistem outsourcing yang dianggap merugikan buruh. Mereka juga menuntut peningkatan upah yang layak, perlindungan terhadap buruh migran, serta perbaikan kondisi kerja yang lebih manusiawi.
Perayaan May Day 2025 di Monas menjadi momentum penting bagi kaum buruh Indonesia untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mereka di hadapan pemerintah dan masyarakat luas.