Prabowo Heran Ekonomi Nasional Tumbuh tapi Rakyat Miskin Bertambah: Seolah Saya Dipukul di Ulu Hati
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh sebesar 5 persen, namun jumlah masyarakat miskin di Indonesia justru meningkat.
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh sebesar 5 persen, namun jumlah masyarakat miskin di Indonesia justru meningkat. Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya 35 persen.
"Pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang naik, 5 persen setiap tahun selama 7 tahun, kali 5 persen pertumbuhan kita 35 persen. Harusnya kita tambah kaya 35 persen," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).
Dia menyebut fakta tersebut terasa menyakitkan baginya dan rakyat Indonesia. Bahkan, Prabowo merasa dipukul di bagian ulu hatinya mendengar kondisi ekonomi Indonesia.
"Tapi apa yang terjadi? Sekali lagi, saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan kepada rakyat kita. Ini mungkin menyakitkan bagi kita," ujar dia.
"Saya merasa setelah saya terima data-data ini beberapa minggu setelah saya jadi presiden saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya," sambung Prabowo.
Data Rakyat Miskin
Prabowo menyampaikan jumlah masyarakat miskin di Indonesia bertambah dai 46,1 persen menjadi 49 persen. Tak hanya itu, jumlah masyarakat kelas menengah pun mengalami penurunan.
"7 tahun kali 5 persen, 35 persen ekonomi kita tumbuh tapi rakyat kita yang miskin tambah dari 46,1 persen naik menjadi 49 persen, naik, 3 persen naik. Yang kelas menengah turun," tutur Prabowo.
"Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat," imbuh dia.
Prabowo menilai kondisi tersebut kemungkinan besar karena sistem perekonomian trajektori yang dijalankan Indonesia. Dia pun mendorong agar sistem ekonomi nasional diubah agar Indonesia menjadi negara sejahtera.
"Kita harus melihat fakta, fakta kalau kita teruskan yang seperti ini fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang Makmur, tidak mungkin kita jadi, tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa menjaga kekaulatan kita," pungkas Prabowo.