Sumedang Jadikan Cijeler Laboratorium Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data
Pemerintah Kabupaten Sumedang menunjuk Desa Cijeler sebagai percontohan program pengentasan kemiskinan terpadu yang inovatif, memanfaatkan integrasi data untuk intervensi tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengambil langkah progresif dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan menetapkan Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, sebagai laboratorium percontohan. Program inovatif ini merupakan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bertujuan menciptakan model penanganan kemiskinan yang terukur dan berkelanjutan.
Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi kemiskinan secara lebih efektif melalui pemanfaatan data terintegrasi sebagai fondasi penyusunan intervensi yang tepat sasaran. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menjelaskan bahwa Desa Cijeler dipilih karena potensi besarnya untuk menjadi contoh peningkatan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.
Melalui pendekatan berbasis data ini, Pemkab Sumedang menargetkan penyelarasan dan pemutakhiran data selesai pada Juni 2026. Selanjutnya, pelaksanaan intervensi kepada masyarakat sasaran akan dimulai pada Juli mendatang, menandai babak baru dalam strategi pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
Pendekatan Berbasis Data untuk Intervensi Tepat Sasaran
Program pengentasan kemiskinan di Desa Cijeler mengadopsi metodologi berbasis data yang komprehensif untuk memastikan intervensi yang akurat. Data yang dihimpun mencakup berbagai indikator penting, mulai dari tingkat kemiskinan desil satu hingga lima, jumlah anak putus sekolah, angka pengangguran, hingga kondisi kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.
Pemanfaatan data ini menjadi kunci dalam merancang program yang efektif, sebagaimana dijelaskan oleh Tuti Ruswati. Data-data tersebut akan dipetakan dalam satu platform terpadu, memanfaatkan platform Satu Data Jabar (SADa Jabar) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan platform Desa Cantik yang dimiliki Sumedang.
Integrasi kedua platform ini melalui interoperabilitas data akan memungkinkan identifikasi data by name by address secara jelas. Dengan demikian, pemerintah dapat melihat secara spesifik siapa saja yang menjadi sasaran dan bentuk intervensi apa yang paling sesuai untuk setiap individu atau keluarga, sehingga program menjadi lebih tepat guna dan efisien.
Replikasi Program dan Dukungan Lintas Sektor
Desa Cijeler hanyalah titik awal dari program pengentasan kemiskinan yang ambisius ini. Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan ke depan, model ini akan direplikasi ke seluruh desa di Kecamatan Situraja. Setelah itu, program akan diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang, menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah daerah.
Keberhasilan program ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berbagai instansi terkait, menjadikannya terobosan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Bentuk dukungan konkret telah terwujud melalui bantuan pengembangan peternakan, seperti penyaluran 500 ekor ayam Sentul tahap kedua kepada masyarakat Desa Cijeler.
Sebelumnya, 500 bibit ayam Sentul juga telah disalurkan, melengkapi upaya peningkatan ekonomi lokal. Selain itu, program ini mengintegrasikan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk memantapkan pelaksanaan intervensi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus mengintegrasikan berbagai program lintas sektor guna memperkuat pelaksanaan percontohan ini. Harapannya, model penanganan kemiskinan berbasis data ini dapat direplikasi secara menyeluruh, mewujudkan intervensi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumedang.
Sumber: AntaraNews