Sumedang

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Mengenal Tari Jayengrana yang Gagah dan Lemah Lembut dari Sumedang, Ajak Manusia agar Tidak Sombong

Tari ini membawa pesan agar manusia jangan sombong.

{{caption}}
Cerita Seni Kutukuprak yang Punah di Sumedang, Dulu Digelar untuk Hibur Warga yang Ditinggal Wafat Anggota Keluarga

Kesenian Kutukuprak adalah tradisi khas Sumedang yang dapat dikatakan sudah punah.

{{caption}}
Kedai Kopi di Sumedang ini Ada di Tengah Kampung, Bisa Rasakan Nikmatnya Kopi Lokal sambil Lihat Pemandangan Sawah

Menyesap kopi di sini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan khas perkampungan berupa sawah hijau.

{{caption}}
Mengunjungi Desa Mekar Rahayu Sumedang, Hadirkan Kebun Anggur hingga Pemandangan Bukit yang Indah

Selain bisa memetik buah secara langsung, para pengunjung juga bakal dimanjakan dengan beberapa spot menarik untuk berswafoto ria.

{{caption}}
Potret Rumah Unik di Atas Kolam Ikan Dikelilingi Hamparan Sawah, Suasananya Adem dan Asri

Diketahui, rumah tersebut dibangun di atas kolam ikan pribadi.

{{caption}}
Warung di Sumedang Ini Ramai Dikunjungi Muda-Mudi, Pemandangan Sawah dan Sungai Jadi Daya Tarik

Warung ini menyuguhkan sensasi nongkrong yang unik, sembari menikmati pemandangan hijau khas dataran tinggi Sumedang.

{{caption}}
⁠Eks Manager Persib Naik Kuda Renggong Diarak di Jalanan Sambil Nyawer Uang Lembaran Rp50 Ribuan

Umuh Muchtar hadir dalam acara Ngalaksa di Sumedang dan naik kuda keliling kampung.

{{caption}}
Klaster Pertama IKN Andalkan PMDN, Bahlil Lupa Nilai Investasinya

Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan investasi pada klaster pertama IKN berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

{{caption}}
Melihat Kolam Air Jernih di Tengah Perdesaan Sumedang, Hampir Dibeli Perusahaan Asing Namun Ditolak Warga

Lokasi ini belakangan populer sebagai destinasi wisata hidden gems karena belum banyak diketahui masyarakat.

{{caption}}
Mahkota Binokasih Jadi Bukti, Ini Alasan Kerajaan Sumedang Larang Dipilih sebagai Penerus Pajajaran

Alasan terkuat kekuasaan Pajajaran diserahkan ke Sumedang Larang karena dianggap netral dan masih memegang teguh pesan leluhur Sunda.