Wabup Sumedang Tindak Tegas Pegawai Nakal dalam Pengurusan Perizinan, Pastikan Investasi Lancar
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menegaskan akan Wabup Sumedang Tindak Pegawai Nakal yang bermain dalam perizinan, menjamin kemudahan investasi dan proses yang transparan.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menindak oknum pegawai nakal. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya memastikan transparansi dan kelancaran proses perizinan di wilayah Sumedang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Ancaman penindakan tegas ini ditujukan kepada para calo dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencoba bermain-main dalam pengurusan izin. Hal ini disampaikan saat memberikan pengarahan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA) Sumedang pada Rabu, 26 November. Fokus utama adalah menciptakan iklim investasi yang sehat.
Pemerintah Daerah Sumedang menegaskan tidak akan mempersulit investasi dan perizinan yang masuk ke wilayahnya. Tindakan ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para investor. Fajar Aldila menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.
Komitmen Pemda Sumedang Terhadap Perizinan Transparan
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi praktik percaloan dalam pengurusan perizinan. Ia secara lugas menyatakan, "Para calo yang menjanjikan izin cepat keluar dan berbagai janji lainnya akan kami tindak tegas." Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pemda dalam memberantas praktik tidak bertanggung jawab.
Pemda Sumedang berkomitmen penuh untuk tidak mempersulit setiap proses perizinan maupun investasi yang masuk. Fajar Aldila menambahkan, "Kami Pemda Sumedang tidak akan pernah mempersulit perizinan ataupun investasi yang masuk." Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dan mempercepat pembangunan daerah.
Instruksi telah diberikan agar tidak ada oknum yang mencoba bermain ketika investor datang. Janji-janji palsu dari calo harus dihindari demi menjaga integritas birokrasi. Semua pihak diimbau untuk menaati aturan yang berlaku.
Penegasan Sanksi Bagi Oknum ASN Nakal
Fajar Aldila secara spesifik menyoroti peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses perizinan. Ia menegaskan bahwa oknum ASN yang terlibat dalam praktik tidak benar akan menerima sanksi berat. Ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Wakil Bupati Sumedang menyatakan telah berkoordinasi dengan Bupati terkait masalah ini. "Saya sudah bilang ke Pak Bupati akan menindak keras oknum-oknum, khususnya ASN, yang bermain seperti itu," tegasnya. Penindakan ini diharapkan menjadi efek jera bagi ASN yang menyalahgunakan wewenang.
Semua pihak, termasuk masyarakat dan investor, diimbau untuk menjalani prosedur pengurusan izin sesuai ketentuan. Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci utama untuk mendapatkan pelayanan yang cepat dan transparan. Pemda Sumedang berupaya menghilangkan celah korupsi.
Peran Strategis BAPPPPEDA dalam Pembangunan Sumedang
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut memberikan arahan terkait peran Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA). Ia menekankan bahwa BAPPPPEDA harus memiliki standar kompetensi tinggi. Lembaga ini memegang peran strategis sebagai penjaga arah pembangunan daerah.
Bupati Dony menjelaskan, "BAPPPPEDA sejatinya adalah perencana dan penggerak perubahan. BAPPPPEDA adalah penjaga kompas pembangunan apakah sejalan atau tidak dengan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).” Hal ini menunjukkan pentingnya visi jangka panjang.
Jajaran BAPPPPEDA didorong untuk terus belajar dan memperluas jaringan guna meningkatkan kualitas perencanaan. Bupati menekankan dua prinsip utama yang harus dipegang, yaitu perencanaan berbasis data dan kecepatan dalam bekerja. Inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Bupati Dony juga menambahkan, "BAPPPPEDA harus cepat dan lincah dalam membuat perencanaan untuk mempercepat pembangunan. Saya yakin di sini semuanya inovator." Perubahan pola pikir kerja sangat penting untuk menjawab tantangan program strategis. Hal ini akan mendukung percepatan pembangunan di Sumedang.
Sumber: AntaraNews