Pemprov Jabar Tetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai Agenda Rutin Tahunan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan, didukung Pergub dan persetujuan Kemendagri, diharapkan perkuat budaya dan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jabar Tetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai Agenda Rutin Tahunan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan, didukung Pergub dan persetujuan Kemendagri, diharapkan perkuat budaya dan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah secara resmi menetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan. Kebijakan penting ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melestarikan serta memperkuat identitas budaya Sunda. Penetapan ini diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tanggal 18 Mei.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, saat berada di Sumedang, Sabtu, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi acara rutin yang diharapkan membawa dampak positif. Penetapan melalui Pergub ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi kelangsungan acara Milangkala Tatar Sunda. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya serius untuk mengembalikan jati diri masyarakat Jawa Barat ke akar tradisi yang kaya.

Puncak peringatan Milangkala Tatar Sunda tahun ini direncanakan akan digelar dalam bentuk drama musikal. Acara tersebut akan dilaksanakan di sekitar kawasan Gedung Sate, meskipun area halaman saat ini masih dalam proses penataan. Penetapan ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong bagi sektor ekonomi dan pariwisata lokal, terutama melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penguatan Identitas Budaya Sunda

Penetapan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan oleh Pemprov Jabar merupakan langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya. Kebijakan ini diperkuat dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Persetujuan dari Kemendagri pada tanggal 18 Mei menegaskan legitimasi dan dukungan pemerintah pusat terhadap inisiatif budaya ini.

Cakupan perayaan Milangkala Tatar Sunda tidak hanya terbatas pada wilayah administrasi Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa wilayah lain yang memiliki keterikatan budaya Sunda, seperti Banten dan sebagian desa di Jawa Tengah, juga dapat terlibat. Hal ini menunjukkan semangat inklusivitas untuk merangkul seluruh komunitas yang memiliki akar budaya Sunda.

Penetapan ini bukan sekadar menambah kalender peringatan daerah, melainkan upaya fundamental. Tujuannya adalah mengembalikan jati diri masyarakat Jawa Barat ke akar tradisi yang telah berusia lebih dari satu milenium. Dengan demikian, Milangkala Tatar Sunda diharapkan menjadi pengingat akan kekayaan sejarah dan identitas budaya yang dimiliki.

Potensi Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda secara rutin dinilai memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti bahwa setiap perayaan kegiatan selalu melahirkan peluang bagi UMKM. Ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di daerah-daerah yang menjadi pusat kegiatan.

Sektor pariwisata juga akan mendapatkan dorongan besar dari agenda tahunan ini. Peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, diharapkan dapat terjadi. Hal ini akan membuka peluang bagi pengembangan destinasi wisata dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitarnya.

Untuk tahun-tahun mendatang, daerah seperti Sumedang diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang. Gubernur menyatakan bahwa “Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap.” Kesiapan ini mencakup infrastruktur, fasilitas, serta partisipasi aktif dari masyarakat dan pelaku UMKM untuk menyambut Milangkala Tatar Sunda yang lebih besar.

Jalur Budaya dan Perayaan Inklusif

Puncak peringatan Milangkala Tatar Sunda tahun ini akan menampilkan drama musikal yang memukau di kawasan Gedung Sate. Ini merupakan salah satu bentuk perayaan yang kreatif dan menarik untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada khalayak luas. Meskipun area halaman masih dalam penataan, semangat untuk menyelenggarakan acara berkualitas tetap tinggi.

Ke depan, rangkaian peringatan ini diharapkan dapat membentuk jalur budaya yang lebih utuh, tidak hanya terpusat di satu titik. Gubernur Dedi Mulyadi mengemukakan ide untuk menghubungkan Sumedang ke Kawali, lalu melewati Cianjur. Konsep ini bertujuan untuk melibatkan lebih banyak wilayah yang dilalui dalam rangkaian perayaan, menciptakan pengalaman budaya yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Keterlibatan seluruh wilayah yang memiliki kaitan sejarah dan budaya Sunda menjadi kunci keberhasilan agenda ini. Dengan demikian, Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi perayaan lokal, tetapi juga menjadi simpul pemersatu budaya Sunda yang lebih luas. Ini adalah langkah maju untuk memastikan bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur Sunda terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi