Pemkab Sumedang Genjot Pengembangan Hortikultura Mangga dan Cabai Melalui Program HDDAP
Pemerintah Kabupaten Sumedang serius menggarap potensi hortikultura, khususnya mangga dan cabai, melalui program HDDAP. Akankah pengembangan hortikultura Sumedang ini mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani?
Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, secara aktif mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, yaitu mangga dan cabai. Upaya ini dilakukan melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) yang ambisius.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan para petani setempat. Program HDDAP diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan fokus pada lahan kering, program ini tidak hanya berambisi memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga membuka peluang besar bagi produk hortikultura Sumedang untuk menembus pasar ekspor. Pelaksanaan program ini akan berlangsung hingga tahun 2027.
Potensi Mangga Sumedang Menuju Pasar Ekspor
Pengembangan komoditas mangga di Kabupaten Sumedang difokuskan pada beberapa wilayah strategis dengan total luas mencapai 363,8 hektare. Area tersebut meliputi Jatigede seluas 280,91 hektare, Tomo dengan 48,89 hektare, dan Ujungjaya di lahan 34 hektare.
Saat ini, produksi mangga Gedong Gincu dari Sumedang telah mencapai sekitar 74 ribu ton per tahun. Angka ini menempatkan Sumedang sebagai salah satu produsen utama dan terbesar keempat di Indonesia untuk komoditas mangga.
Bupati Dony Ahmad Munir mengungkapkan harapannya agar kualitas dan kuantitas produksi mangga Sumedang terus meningkat melalui program HDDAP. “Kami berharap kualitas dan kuantitas produksi mangga Sumedang terus meningkat melalui program tersebut sehingga mampu menembus pasar ekspor dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Potensi ekspor mangga Sumedang, termasuk ke Jepang, menjadi target utama. Hal ini didukung oleh upaya maksimalisasi lahan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Pengembangan Cabai dan Peran Strategis Hortikultura
Selain mangga, komoditas cabai juga menjadi fokus pengembangan dalam program HDDAP, mengingat produksinya yang signifikan. Produksi cabai di Sumedang saat ini mencapai sekitar 35.598 kuintal per tahun dari total lahan 280,16 hektare.
Lahan pengembangan cabai tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Pamulihan seluas 124,29 hektare, Tanjungsari 109,62 hektare, Sukasari 28,75 hektare, dan Rancakalong 17,5 hektare. Diversifikasi lokasi ini bertujuan untuk optimalisasi hasil.
Sektor hortikultura secara keseluruhan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan pendapatan petani. Ini juga berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah, khususnya di wilayah lahan kering yang memiliki tantangan tersendiri.
Pengembangan hortikultura Sumedang melalui program ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk pertanian lokal.
Sinergi dan Pendekatan Terintegrasi Program HDDAP
Program HDDAP merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi hortikultura di Sumedang. Program ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, para penyuluh pertanian, dan petani.
“Program HDDAP ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi hortikultura di Sumedang, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani,” kata Bupati Dony.
Pendekatan pengembangan yang diterapkan bersifat terintegrasi, mencakup berbagai aspek penting. Ini dimulai dari perlindungan tanaman, penyediaan benih berkualitas, penguatan klaster buah, hingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi yang vital.
Program HDDAP akan dilaksanakan hingga tahun 2027, dengan fokus utama pada tahun 2026. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi yang kuat dari seluruh pihak terkait dalam mendukung pengembangan hortikultura di Kabupaten Sumedang.
Sumber: AntaraNews