PKK Banten Ajak Keluarga Adaptasi Sistem Pertanian Terpadu Sitandu untuk Ketahanan Pangan

Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni membidik adaptasi sistem pertanian terpadu Sitandu ke tingkat keluarga, memanfaatkan pekarangan rumah untuk penguatan ekonomi dan gizi anak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PKK Banten Ajak Keluarga Adaptasi Sistem Pertanian Terpadu Sitandu untuk Ketahanan Pangan
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni membidik adaptasi sistem pertanian terpadu Sitandu ke tingkat keluarga, memanfaatkan pekarangan rumah untuk penguatan ekonomi dan gizi anak. (AntaraNews)

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten berencana mengadaptasi sistem pertanian dan peternakan terpadu dari Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) untuk diterapkan di tingkat keluarga. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi bagi anak-anak di seluruh wilayah Banten.

Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengungkapkan hal tersebut usai melakukan kunjungan ke Kawasan Sitandu di Kota Serang pada Sabtu. Ia melihat banyak potensi yang bisa diadaptasi dari kegiatan pertanian dan peternakan di kawasan seluas 18 hektare tersebut, khususnya dalam pemberdayaan keluarga.

Pola pertanian hortikultura dan peternakan yang ada di Sitandu dinilai sangat memungkinkan untuk diadopsi oleh masyarakat, terutama para ibu, dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan memenuhi gizi anak-anak.

Tinawati Andra Soni menekankan bahwa kegiatan pertanian hortikultura dapat diadopsi oleh ibu-ibu rumah tangga dengan memanfaatkan lahan kosong di pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan ini bukan hanya sekadar berkebun, melainkan juga dapat diintegrasikan dengan peternakan skala kecil.

Menurutnya, adaptasi pola dari Kawasan Sitandu ini akan sangat membantu keluarga menjadi lebih berdaya. Selain itu, pemenuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik melalui hasil pertanian dan peternakan sendiri, dimulai dari hal-hal yang sederhana.

Konsep pemberdayaan yang diterapkan di Sitandu dinilai Tinawati sangat relevan untuk menjadi referensi bagi PKK dalam mendorong kemandirian keluarga. Model ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Banten.

Kawasan Sitandu, dengan luas 18 hektare, memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan modern. Fasilitas ini mendukung berbagai aspek pertanian dan peternakan terpadu yang menjadi percontohan di Provinsi Banten.

Di antara fasilitas yang ditinjau oleh Tinawati Andra Soni adalah laboratorium pengujian pakan bersertifikasi ISO. Laboratorium ini berfungsi sebagai rujukan penting bagi industri peternakan.

Selain itu, terdapat juga laboratorium kultur jaringan untuk pembenihan tanaman, yang memungkinkan pengembangan bibit unggul. Kawasan ini juga memiliki area pengembangan ternak seperti sapi, domba, serta unggas petelur, menunjukkan integrasi yang komprehensif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, M. Nasir, mengapresiasi perhatian TP PKK terhadap potensi Sitandu. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut saat ini sedang dipersiapkan untuk menjadi pusat agroeduwisata di Banten.

Nasir menjelaskan bahwa Kawasan Sitandu mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai destinasi agroeduwisata. Hal ini didukung oleh fasilitasnya yang cukup lengkap, mulai dari laboratorium hingga kawasan peternakan dan lahan yang luas.

Pengembangan Sitandu sebagai pusat agroeduwisata diharapkan dapat segera direalisasikan. Langkah ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas serta menjadi pusat edukasi bagi masyarakat mengenai pertanian modern dan terpadu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi