Perkuat Swasembada Pangan Sigi, Pemkab Tanam Padi di 816 Hektare Lahan Gumbasa
Pemerintah Kabupaten Sigi memulai penanaman padi seluas 816 hektare di wilayah Gumbasa untuk mempercepat penguatan Swasembada Pangan Sigi dan ketahanan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah memulai inisiatif penanaman padi di wilayah Gumbasa. Langkah ini melibatkan lahan seluas 816 hektare sebagai bagian dari upaya percepatan penguatan sektor pertanian daerah.
Kegiatan penanaman padi ini berlokasi di tiga desa, yakni Pandere, Pakuli, dan Kalawara, yang semuanya berada di Kecamatan Gumbasa. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara langsung meninjau proses penanaman tersebut pada Sabtu, 15 November.
Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sigi. Pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian demi kesejahteraan masyarakat.
Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Pangan
Penanaman padi di area seluas 816 hektare ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sigi dalam mencapai kemandirian pangan. Luas lahan yang dimanfaatkan menunjukkan skala komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan bagian integral dari visi daerah. Visi tersebut adalah Sigi yang Maju, Berkelanjutan, serta Berbasis Pertanian dan Pariwisata.
Melalui program ini, diharapkan produksi padi dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan ini akan berkontribusi langsung pada ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Sigi.
Fokus Peningkatan Kualitas dan Pemasaran Hasil Panen
Pemerintah Kabupaten Sigi menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas bibit dan pemupukan. Hal ini dianggap krusial untuk mencapai hasil panen yang optimal dan berkelanjutan.
Kondisi air dan lahan di Kecamatan Gumbasa saat ini dinilai sudah sangat baik untuk mendukung pertanian. "Saat ini kondisi air dan lahan di Kecamatan Gumbasa sudah baik, harapannya ke depan bisa menggunakan bibit unggul dan pupuk organik," ucap Bupati Rizal.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan strategi pemasaran hasil panen para petani. Kerja sama dengan Perum Bulog Sulawesi Tengah telah terjalin untuk memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik.
Visi Pertanian Berkelanjutan dan Kemandirian Benih
Penguatan kelembagaan petani dan kemandirian benih unggul berkualitas menjadi agenda utama ke depan. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Sigi.
Wilayah Gumbasa, khususnya Desa Pandere, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan benih unggul. Potensi ini dapat mendukung keberlanjutan pertanian daerah secara menyeluruh.
Pembangunan kemandirian benih di Desa Pandere harus diwujudkan karena hasil yang terjamin. Dengan demikian, pertanian berkelanjutan dapat dicapai melalui ketersediaan benih unggul dan berkualitas.
Sebagai informasi, luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.
Sumber: AntaraNews