Pemkab Sigi Pastikan Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya Jagung dan Padi
Pemerintah Kabupaten Sigi mengukuhkan komitmen ketahanan pangan melalui panen raya jagung dan padi, melibatkan berbagai pihak untuk stabilitas pasokan dan peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan pangan yang memadai dan berkualitas. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan panen raya padi dan jagung yang belum lama ini dilakukan di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah untuk memastikan kemandirian pangan.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan adalah pilar utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi dalam memastikan pasokan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat Sigi. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui awak media di Dolo Barat Sigi, Jumat.
Panen raya ini tidak hanya melibatkan petani, tetapi juga menggandeng berbagai lintas sektor, termasuk Kejaksaan Negeri Sigi melalui program Jaksa Mandiri Pangan. Keterlibatan ini bertujuan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Sigi, menunjukkan pendekatan holistik dalam mencapai tujuan tersebut.
Peran Strategis Program Jaksa Mandiri Pangan
Bupati Moh Rizal Intjenae menyoroti pentingnya program Jaksa Mandiri Pangan yang diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Sigi. Program ini memiliki peran strategis karena menghadirkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat petani dalam membangun sektor pertanian yang tertib, produktif, dan berintegritas.
Kejaksaan Negeri Sigi tidak hanya fokus pada fungsi penegakan hukum semata dalam program ini, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan, pengawasan, serta edukasi kepada para petani. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program pertanian berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan para petani dapat bekerja dengan rasa aman dan kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini krusial untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya pada komoditas jagung. Peningkatan produktivitas ini akan berkontribusi langsung pada ketahanan pangan lokal.
Komitmen Peningkatan Sektor Pertanian di Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi menunjukkan komitmen kuat untuk terus mendukung sektor pertanian di wilayahnya. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk peningkatan sarana dan prasarana pertanian yang esensial. Fasilitas yang memadai akan membantu petani dalam mengoptimalkan proses produksi.
Selain itu, Pemkab Sigi juga fokus pada penguatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, serta perluasan akses pasar. Program pelatihan dan bimbingan teknis secara berkelanjutan diberikan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mereka agar produk pertanian dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Bupati Rizal menyebutkan bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi besar dalam pengembangan jagung. Panen raya yang berhasil ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik dan penggunaan teknologi pertanian berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas di masa mendatang.
Detail Panen Raya dan Harga Jagung
Kejaksaan Negeri Sigi baru-baru ini melaksanakan panen jagung dengan total produksi mencapai 6.040 kilogram. Panen ini dilakukan di lahan seluas 1,3 hektare, mencakup area di Desa Rarampadende dan Pesaku, Kecamatan Dolo Barat. Angka produksi ini menunjukkan potensi signifikan dari lahan pertanian di Sigi.
Pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 216 Tahun 2025. Penetapan HPP ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian harga bagi petani dan menjaga stabilitas pasokan.
Untuk jagung pipilan kering di tingkat petani, HPP ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Harga ini berlaku untuk jagung dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen. Penetapan HPP diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani jagung.
Sumber: AntaraNews