Polres Barito Utara Perkuat Ketahanan Pangan Jagung, Dukung Swasembada Nasional
Polres Barito Utara mengambil langkah konkret memperkuat ketahanan pangan jagung di daerah, mengawal program strategis nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Inisiatif ini penting untuk mewujudkan Swasembada Pangan 2026.
Polres Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, secara aktif memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Upaya ini difokuskan pada optimalisasi komoditas tanaman jagung, sejalan dengan program strategis nasional untuk mewujudkan swasembada pangan. Langkah ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, menegaskan bahwa ketahanan pangan, khususnya jagung, merupakan bagian integral dari keamanan nasional. Oleh karena itu, kehadiran Polri sangat penting untuk memastikan program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para petani di Barito Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan yang diselenggarakan sebagai langkah konkret mendukung Program Nasional Swasembada Pangan 2026. Rakor ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam mengawal program strategis nasional.
Komitmen Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
AKBP Singgih Febiyanto, Kapolres Barito Utara, secara tegas menyatakan bahwa penguatan ketahanan pangan, khususnya jagung, adalah elemen krusial dari keamanan nasional. Beliau menekankan peran aktif kepolisian dalam memastikan implementasi program ini berjalan optimal. Tujuannya adalah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para petani jagung di Barito Utara.
Rapat koordinasi yang diadakan bukanlah sekadar kegiatan formal, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen Polri. Komitmen ini bertujuan untuk mengawal dan menyukseskan program strategis nasional di bidang pangan. Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada aspek vital seperti ketersediaan pangan.
Melalui inisiatif ini, Polres Barito Utara berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sektor pertanian. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi jagung dan memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah.
Dukungan Nyata untuk Peningkatan Produktivitas Petani Jagung
Sebagai bentuk dukungan konkret, dalam kegiatan rakor tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan bibit dan alat tanam jagung kepada perwakilan petani. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen jagung di Kabupaten Barito Utara. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan pertanian lokal.
Kegiatan ini juga menjadi upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya pada komoditas jagung, melalui berbagai intervensi. Perlindungan petani dari praktik tengkulak menjadi prioritas, memastikan mereka mendapatkan harga yang adil untuk hasil panennya. Selain itu, peningkatan akses pembiayaan juga diupayakan untuk membantu petani mengembangkan usahanya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan penyerapan hasil panen oleh Bulog, sehingga petani memiliki kepastian pasar. Perluasan lahan pertanian juga menjadi fokus untuk meningkatkan skala produksi. Semua langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pertanian jagung yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Heri Jhon Setiawan, Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Ekonomi dan Keuangan, turut menyampaikan pentingnya ketahanan dan kemandirian pangan sebagai kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan bersama. Beliau menggarisbawahi peran besar jagung sebagai salah satu komoditas unggulan. Jagung tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai pakan ternak, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara sangat mendukung penguatan ekosistem pertanian jagung di wilayahnya. Dukungan ini mencakup penyediaan sarana produksi yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani melalui pelatihan, hingga penguatan akses pasar bagi produk pertanian mereka.
Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan para petani. Koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta penguatan kelembagaan petani akan terus diperkuat untuk mencapai tujuan swasembada pangan nasional.
Sumber: AntaraNews