Pemkab Buru Selatan dan TNI Kolaborasi Tanam Sukun Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan bersama TNI bersinergi melalui gerakan tanam sukun untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, memanfaatkan komoditas alternatif, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Buru Selatan dan TNI Kolaborasi Tanam Sukun Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan bersama TNI bersinergi melalui gerakan tanam sukun untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, memanfaatkan komoditas alternatif, dan menjaga kelestarian lingkungan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Pemkab Bursel) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Daerah Militer (Kodam) XVI/Pattimura meluncurkan gerakan penanaman 1.000 pohon sukun. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. Gerakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan pangan lokal serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Buru Selatan.

Bupati Buru Selatan, La Hamidi, menyampaikan bahwa penanaman sukun memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat. Ia menegaskan dukungan penuh Pemkab Bursel terhadap program ini. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

Gerakan ini tidak hanya fokus pada penanaman bibit, tetapi juga pada pemeliharaan pohon hingga produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan. Kolaborasi antara Pemkab, TNI, Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi ini diharapkan dapat membangun kemandirian pangan daerah dalam jangka panjang.

Sukun: Komoditas Lokal Potensial untuk Ketahanan Pangan

Pohon sukun diidentifikasi sebagai komoditas lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber karbohidrat alternatif. Pemanfaatan sukun diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jenis pangan tertentu. Ini sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan dan optimal.

Bupati La Hamidi menekankan bahwa sukun memiliki manfaat besar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. "Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon-pohon itu dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. Fokus pada perawatan menjadi indikator utama keberhasilan program ini.

Pengembangan tanaman sukun ini sejalan dengan program Kodam XVI/Pattimura yang mendorong pengembangan pangan lokal dan penghijauan. Program ini diimplementasikan di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Sinergi Multi-Pihak untuk Keberlanjutan Program

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah agar gerakan penanaman sukun ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun kemandirian pangan daerah. Sinergi ini juga diharapkan dapat menjadi budaya bersama di masyarakat.

"Kami akan terus bersinergi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat agar gerakan ini menjadi budaya bersama," kata La Hamidi. Harapannya, pohon-pohon sukun yang ditanam nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi. Selain itu, juga dapat menjaga keseimbangan lingkungan di Kabupaten Buru Selatan.

Keberhasilan program ini tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan pemeliharaan. Pemeliharaan yang baik akan memastikan tanaman tumbuh produktif dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. Ini menunjukkan fokus pada kualitas dan dampak jangka panjang.

Manfaat Ganda Sukun untuk Lingkungan dan Ekonomi

La Hamidi menjelaskan bahwa pohon sukun memiliki manfaat ganda yang signifikan. Selain menghasilkan bahan pangan yang bernilai ekonomi, tanaman ini juga berfungsi mendukung konservasi lahan. Ini sangat penting untuk menjaga ekosistem lokal.

Tanaman sukun juga berperan penting dalam menjaga daerah aliran sungai (DAS) dari erosi dan kerusakan. Selain itu, penanaman sukun dapat meningkatkan tutupan hijau di wilayah yang membutuhkan rehabilitasi. Hal ini berkontribusi pada pelestarian lingkungan secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap pengembangan tanaman sukun dapat menjadi salah satu solusi komprehensif. Solusi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi