Baru 4 Bulan Belajar, Santri di Makassar Temukan Celah Keamanan NASA

Baru empat bulan belajar, Muhammad Al Hindawi melaporkan celah kritis di sistem NASA dan University of Melbourne lewat Bugcrowd. Ini metodenya.

Fauzan
Oleh Fauzan - Reporter
Baru 4 Bulan Belajar, Santri di Makassar Temukan Celah Keamanan NASA
Santri di Makassar temukan celah keamanan NASA

Baru sekitar empat bulan mempelajari keamanan siber secara otodidak, Muhammad Al Hindawi sudah menemukan celah keamanan kritis pada sistem milik NASA. Santri Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar, itu juga mengidentifikasi kerentanan serupa pada sistem University of Melbourne, Australia.

Pada sistem NASA, Al Hindawi menemukan dua celah berjenis SQL Injection. Adapun di sistem University of Melbourne, ia mengungkap satu celah dengan tipe yang sama. Temuan ini tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Al Hindawi melaporkan seluruh temuannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd. Laporan tersebut kemudian divalidasi oleh tim keamanan siber NASA dan University of Melbourne.

Menjelaskan langkah awal yang ditempuh, Al Hindawi memulai dari pemetaan aset digital dan pengumpulan target subdomain.

"Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain," ujar Al Hindawi, Selasa (15/9/2026).

Subdomain yang terkumpul kemudian diperiksa satu per satu untuk memastikan respons dari server sebelum berlanjut ke tahap pengujian berikutnya.

"Lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx," katanya.

Setelah tahapan awal tersebut, ia berfokus menyaring target yang menunjukkan indikasi kerentanan aplikasi web.

"Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection," lanjutnya.

Santri yang kini duduk di kelas XII itu mempelajari teknik-teknik keamanan siber secara mandiri. Selain mengikuti berbagai tutorial di YouTube, ia juga membaca laporan riset para peneliti lain yang dipublikasikan di Bugcrowd untuk memahami pola kerentanan dan cara pelaporannya.

Sebelum menguji sistem milik NASA dan University of Melbourne, Al Hindawi terlebih dahulu mengasah kemampuannya pada sistem internal pesantren tempatnya belajar.

Atas laporan yang disampaikan melalui jalur resmi, NASA memberikan Letter of Recognition (LOR) kepada Al Hindawi. Sementara itu, University of Melbourne mengonfirmasi validasi temuannya melalui tim Cyber Operations.

Rekomendasi