Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku telah melaksanakan pemantauan terhadap Program Irigasi Perpompaan di Kota Tual. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan kelompok tani penerima manfaat serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Pemantauan ini dilakukan di Desa Fiditan, menyasar tiga kelompok tani utama.
Tiga kelompok tani yang menjadi fokus pemantauan adalah Kelompok Tani Kampung Baru, Kelompok Tani Sumber Rejeki, dan Kelompok Tani Ablel Sukses. Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan adanya penundaan pencairan bantuan sebagai tahapan awal pelaksanaan program.
Selain masalah pencairan, tim BBRMP Maluku juga menemukan kendala serius terkait ketersediaan air di wilayah tersebut. Embung Ablel, yang merupakan salah satu sumber air penting bagi lahan pertanian, dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini berpotensi besar mengganggu pasokan air untuk irigasi, tidak hanya bagi Kelompok Tani Ablel Sukses tetapi juga kelompok tani di sekitarnya yang memanfaatkan sumber air yang sama.
Advertisement
Advertisement
Kendala Pencairan Dana dan Krisis Air Mengancam Program
Pemantauan yang dilakukan oleh BBRMP Maluku menyoroti beberapa tantangan utama dalam implementasi Program Irigasi Perpompaan di Kota Tual. Salah satu temuan penting adalah belum terealisasinya pencairan bantuan bagi ketiga kelompok tani yang menjadi sasaran program. Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, berharap agar proses pencairan ini dapat segera diselesaikan demi kelancaran pembangunan sarana irigasi.
Lebih lanjut, tim juga mengidentifikasi masalah serius terkait pasokan air. Embung Ablel, yang selama ini menjadi andalan sebagai sumber air bagi pertanian di Desa Fiditan, dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar akan terganggunya pasokan air irigasi.
Kekeringan Embung Ablel diperkirakan akan berdampak luas, tidak hanya pada Kelompok Tani Ablel Sukses tetapi juga pada kelompok tani lain di sekitarnya yang bergantung pada sumber air yang sama. Situasi ini menuntut perhatian serius dan langkah penanganan cepat dari pihak terkait.
Advertisement
Advertisement
Komitmen BBRMP Maluku untuk Optimalisasi Irigasi Pertanian
BBRMP Maluku menegaskan bahwa hasil pemantauan ini akan menjadi dasar evaluasi untuk mempercepat pelaksanaan Program Irigasi Perpompaan. Selain itu, temuan ini juga akan digunakan untuk menyusun strategi penanganan terhadap persoalan ketersediaan air yang krusial di Kota Tual. Program ini sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan menjamin pasokan air bagi lahan pertanian, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air atau rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Gunawan menambahkan bahwa BBRMP Maluku akan terus memberikan pendampingan dan pemantauan berkelanjutan di lapangan. Hal ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.
Dengan pemanfaatan yang optimal, diharapkan program ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kota Tual. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga pendamping, dan kelompok tani, program irigasi perpompaan diharapkan dapat berjalan efektif sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara signifikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews