Perum Bulog Bali secara aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern di Denpasar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan beras premium dilakukan sesuai ketentuan. Sidak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kepala Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menegaskan bahwa pemantauan ini krusial. Ia menyatakan, "Monitoring bertujuan memastikan beras Bulog tersedia di rak penjualan serta dipasarkan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah." HET beras premium Punokawan ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram, sementara beras SPHP seharga Rp12.500 per kilogram. Hingga saat ini, sebagian besar ritel modern yang dipantau telah mematuhi aturan penjualan beras.
Selain memastikan ritel modern yang didistribusikan beras SPHP menjual dengan harga yang ditentukan, sidak ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui perluasan distribusi beras di Bali, guna menjamin akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Fokus Sidak dan Ketersediaan Beras
Langkah proaktif Bulog Bali ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau. Ini sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Bali. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga beras yang tidak wajar.
Bulog Bali berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan pangan daerah. "Untuk semakin memudahkan masyarakat memperoleh beras berkualitas, Bulog Bali menghadirkan beras premium dan beras medium SPHP di berbagai jaringan ritel moderen yang tersebar di Bali, kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah," ujar Simon.
Produk-produk ini disediakan dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah. Hal ini membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Stok Beras dan Proyeksi Ketahanan
Masyarakat diminta untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan stok beras di Bali. Bulog Bali saat ini memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sangat memadai. Total CBP yang dikuasai Bulog Bali mencapai 12.150 ton.
Jumlah stok tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih 10 bulan ke depan. Ini menunjukkan kesiapan Bulog Bali dalam menghadapi potensi gejolak pasokan. Ketersediaan stok yang kuat menjadi jaminan bagi ketahanan pangan regional.
Simon Melkisedek Lakapu menekankan pentingnya informasi ini untuk menenangkan masyarakat. Dengan stok yang melimpah, Bulog Bali memastikan pasokan beras akan selalu tersedia. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pangan.
Advertisement
Advertisement
Distribusi dan Sinergi Bulog Bali
Bulog Bali terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Ini termasuk pemerintah daerah, pengelola ritel modern, pelaku usaha pangan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Tujuannya adalah memastikan distribusi beras berjalan lancar dan merata.
Sinergi ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Bali. Melalui kerja sama yang erat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pangan secara mudah. Akses yang merata dan berkelanjutan menjadi prioritas utama.
Sepanjang tahun 2026, Bulog Bali telah menyalurkan 850 ton beras premium. Selain itu, sekitar 300 ton beras SPHP juga telah didistribusikan ke berbagai jaringan ritel modern. Penyaluran ini mencakup ritel skala nasional maupun lokal di Provinsi Bali.
Advertisement
"Melalui penguatan distribusi ke jaringan ritel modern, Bulog Bali optimistis ketersediaan beras di masyarakat akan tetap terjaga, akses masyarakat terhadap pangan semakin mudah, serta stabilitas harga beras di Provinsi Bali dapat terus dipertahankan," kata Simon.
Sumber: AntaraNews