Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh warga di wilayahnya. Imbauan ini terkait penggunaan air secara bijaksana dan hemat selama musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama.
Fenomena El Nino yang datang lebih awal menjadi pemicu utama prediksi kemarau panjang ini. Kondisi ini berisiko menimbulkan kekeringan parah serta dapat meningkatkan potensi kebakaran akibat cuaca panas dan kering.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas sehari-hari. Selain penggunaan air, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan kondisi darurat lainnya.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Bijak Air dan Kewaspadaan Bencana
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana secara tegas meminta warga untuk menggunakan air sesuai kebutuhan. "Masyarakat kami imbau untuk menggunakan air secara bijaksana, sesuai kebutuhan, dan hindari keborosan," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (8/8). Imbauan ini menjadi krusial mengingat prediksi musim kemarau yang lebih panjang.
Fenomena El Nino yang tiba lebih awal diperkirakan akan memperparah kondisi kekeringan. Selain itu, cuaca panas dan kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran. Pemerintah kota menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menghadapi situasi ini.
Roliskana juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. Peningkatan kepedulian terhadap kesehatan, kewaspadaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan. "Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, kita bisa menghadapi musim kemarau dengan lebih baik, sehingga Kota Mataram tetap aman, nyaman dan tangguh," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Pencegahan Kebakaran dan Bahaya Lainnya
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Salah satu langkah pencegahan adalah menghindari aktivitas membakar sampah dan lahan. Tindakan ini sangat penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat memicu kebakaran besar.
Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman juga merupakan bagian dari upaya pencegahan. Jika melihat tanda-tanda kebakaran atau kondisi darurat lainnya, warga diminta segera melapor kepada petugas berwenang.
"Partisipasi masyarakat dalam hal ini sangat penting dan membantu pemerintah mengurangi dampak risiko yang ditimbulkan terhadap potensi bencana," tambah Wali Kota. Kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama musim kemarau.
Advertisement
Advertisement
Langkah Antisipasi Pemerintah Kota Mataram
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Budi Wartono, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipasi. Langkah-langkah ini dilakukan untuk menghadapi dampak kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait.
Pihak-pihak yang terlibat dalam koordinasi ini antara lain Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Pemadam Kebakaran, dan PTAM Giri Menang. Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan logistik darurat untuk membantu warga. Salah satu logistik penting adalah mobil tangki air yang siap didistribusikan kepada warga yang kekurangan air bersih.
"Alhamdulillah, sejauh ini masih aman terkendali," kata Budi Wartono. Meskipun demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk terus waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar. Kewaspadaan ini penting guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah musim kemarau panjang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews