Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat malam, 7 Agustus. Peristiwa ini terjadi di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan sigap memastikan bahwa seluruh data perpajakan dan aset daerah tetap aman. Hal ini berkat sistem digitalisasi dan pencadangan data yang terpisah dari lokasi kejadian.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menegaskan bahwa layanan perpajakan tidak akan terganggu. Pihak berwenang juga sedang berkoordinasi untuk menginvestigasi penyebab kebakaran.
Advertisement
Advertisement
Data Aman Berkat Digitalisasi dan Pencadangan
Pemprov DKI Jakarta memberikan jaminan penuh terkait keamanan data penting setelah insiden kebakaran. Kepala Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa data perpajakan DKI Jakarta dinyatakan aman sepenuhnya.
Keamanan ini terwujud karena seluruh data telah terdigitalisasi dengan baik. Selain itu, terdapat sistem pencadangan yang kuat pada server dan pusat data yang berlokasi terpisah dari gedung Bapenda.
Situasi serupa juga berlaku untuk data aset daerah yang dikelola oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Semua data dan server BPAD berada di pusat data yang berbeda, memastikan perlindungan maksimal terhadap informasi penting.
Advertisement
Advertisement
Pengaturan Kerja dan Asuransi Gedung
Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta yang terbakar diketahui telah diasuransikan, memberikan perlindungan finansial terhadap kerugian material. Sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) berkantor di gedung tersebut.
ASN ini berasal dari berbagai perangkat daerah, termasuk Bapenda, BPAD, BPSDM, Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, dan Dekranasda. Pemprov DKI Jakarta dengan cepat menyiapkan pengaturan kerja sementara bagi para pegawainya.
Skema kerja yang disiapkan meliputi bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, atau memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya. Tujuannya adalah memastikan pelayanan publik tidak terhenti.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat dan Investigasi Berkelanjutan
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (7/8) malam pukul 21.40 WIB ini segera ditangani oleh Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat. Sebanyak 40 unit mobil pemadam dan 200 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Tim penyelamat Gulkarmat berhasil mengevakuasi seorang pekerja yang terjebak di lantai 15 dalam kondisi selamat.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh. Tujuannya adalah mencari tahu penyebab pasti kebakaran dan memastikan penanganan terbaik.
Advertisement
Polda Metro Jaya juga menyiagakan 125 personel untuk mengamankan area sekitar lokasi kebakaran Gedung Bapenda DKI. Selain itu, Kodim 0501/Jakarta Pusat turut menyiagakan 50 personel untuk membantu pengamanan.
Advertisement
Imbauan Kewaspadaan di Musim Kemarau
Menyikapi insiden ini, Bayu Meghantara juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Ia meminta agar kewaspadaan ditingkatkan, terutama mengingat fenomena kemarau panjang akibat El Nino yang sedang terjadi.
Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa kembali instalasi listrik di hunian masing-masing. Langkah ini penting untuk mencegah potensi kebakaran yang bisa disebabkan oleh korsleting listrik.
Fokus utama Pemprov DKI adalah memastikan seluruh langkah penanganan difokuskan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.
Advertisement
Sumber: AntaraNews