Transaksi 1.081 Koperasi Merah Putih Capai Rp31 Miliar Sehari

Putaran uang KDKMP tembus Rp31 miliar per hari. Seribu lebih koperasi kini aktif layani warga, siap kejar target 30.000 unit di akhir 2026.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Transaksi 1.081 Koperasi Merah Putih Capai Rp31 Miliar Sehari
Koperasi Merah Putih di Pondok Kelapa (Foto: Devira/Liputan6.com)

Geliat ekonomi warga di berbagai daerah mulai menunjukkan taringnya. PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencatat sebanyak 1.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini telah aktif melayani masyarakat dengan perputaran transaksi harian yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan perkiraan angka perputaran uang tersebut saat ditemui seusai Rapat Koordinasi KDKMP di Jakarta.

"Sekarang kalau enggak salah transaksi (per) hari ini Rp31 miliar," kata Joao.

Ia menegaskan bahwa nominal Rp31 miliar tersebut merupakan total nilai transaksi harian dari seluruh koperasi yang beroperasi, bukan besaran profit atau laba bersih yang didapatkan.

Seluruh KDKMP ini sudah menjalankan aktivitas operasionalnya secara bertahap sejak 30 Mei 2026. Angka tersebut mencakup 1.061 unit koperasi yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pertengahan Mei lalu. Joao juga meluruskan bahwa ribuan unit ini merupakan koperasi yang sudah berjalan, bukan bagian dari target gelombang baru yang dijadwalkan beroperasi pada 1 Oktober 2026 mendatang.

 

Pusat Layanan Warga dan Otonomi Pengurus

Koperasi Merah Putih Langsung Layani Warga
Koperasi Merah Putih. (merdeka.com/ Arie Basuki)

Hadirnya ribuan KDKMP di tengah pemukiman dirancang untuk mempermudah akses masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan harian di wilayahnya masing-masing.

"Fungsinya itu tempat berkumpulnya orang-orang untuk melayani kepentingan masyarakat di situ," ujar Joao.

Mengenai operasional harian, Joao menjelaskan bahwa koperasi tidak buka selama 24 jam penuh. Pihak Agrinas berfokus menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung, sementara urusan teknis seperti jam kerja dan pengaturan jam shift diserahkan sepenuhnya kepada pengurus lokal.

"Ada shift-nya. Nanti tinggal bagaimana pengurus koperasi desa itu mengatur shift-nya, kan mereka yang punya. Kita hanya menyiapkan sistem," ucapnya.

Jawa Timur dan Jawa Tengah Jadi Pionir

Jejak langkah operasional KDKMP secara masif dimulai saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 unit koperasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei 2026. Sebaran awal ini terbagi di dua provinsi utama, yakni 530 koperasi di tujuh kabupaten Jawa Timur serta 531 koperasi di delapan kabupaten/kota Jawa Tengah.

Pengembangan tak berhenti di situ. Kementerian Koperasi terus mematangkan persiapan agar 17.288 KDKMP dapat menyusul beroperasi setelah melewati tahapan validasi, verifikasi, reviu, serah terima, hingga penataan manajer. Target besarnya, sebanyak 30.000 KDKMP siap melayani masyarakat di seluruh pelosok tanah air hingga penghujung 2026.

Rekomendasi