Sorot
{{caption}}
Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami

{{caption}}
Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

{{caption}}
Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi

{{caption}}
Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas

{{caption}}
Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan

{{caption}}
Prabowo Puji Kinerja Petugas Haji

Topik Terkait
{{caption}}
Bahasa Kasih dan Pemahaman Karakter Kunci Utama Jaga Keharmonisan Keluarga di Era Digital

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menekankan **bahasa kasih** dan pemahaman karakter sebagai kunci menjaga keharmonisan keluarga di tengah gempuran teknologi dan perubahan gaya hidup modern.

{{caption}}
LDII Dorong Penguatan Keharmonisan Keluarga sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota Singkawang aktif mendorong penguatan keharmonisan keluarga sebagai kunci utama dalam membentuk generasi unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

{{caption}}
Rustini Muhaimin Ajak Warga Perkuat Keluarga Melalui Gerakan Return to Family

Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin Iskandar, meluncurkan Gerakan Return to Family untuk mengajak masyarakat kembali memperkuat fondasi keluarga di tengah tantangan era digital.

{{caption}}
Mendukbangga Tegaskan Pembangunan Keluarga Melibatkan Seluruh Siklus Kehidupan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menekankan pentingnya pembangunan keluarga yang holistik, melibatkan semua siklus kehidupan, demi mewujudkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

{{caption}}
Menteri Brian Sebut Penguasaan Teknologi sebagai Kebutuhan Mendesak

Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menekankan pentingnya pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

{{caption}}
Tahukah Kamu Remaja Habiskan 7,8 Jam/Hari dengan Gawai? BKKBN Luncurkan Akademi Keluarga Indonesia untuk Bentuk Karakter Menuju Indonesia Emas

BKKBN menginisiasi Akademi Keluarga Indonesia, program revolusioner untuk membentuk karakter remaja di era digital. Siapkah generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan fondasi keluarga yang kuat?

{{caption}}
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji Pastikan Program Makan Bergizi Gratis 3B Tepat Sasaran

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) tepat sasaran, menjangkau ibu hamil, menyusui, dan balita demi masa depan generasi se

{{caption}}
Akses Pendidikan Layak: Strategi Kemendukbangga/BKKBN Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan akses pendidikan layak menjadi kunci utama mencegah pernikahan dini, yang berisiko tinggi menyebabkan stunting dan perceraian, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

{{caption}}
Kepala BKKBN Wihaji Tekankan Pentingnya Pengawasan Distribusi MBG 3B di SPPG

Kepala BKKBN Wihaji menyoroti urgensi pengawasan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk ketahanan pangan nasional.

{{caption}}
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Pontianak Lewat Penguatan TPK

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji menekankan pentingnya penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Pontianak, mendorong sinergi pusat dan daerah untuk hasil optimal.

{{caption}}
Peran Krusial Keluarga Sehat Emosional dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya keluarga sehat emosional sebagai fondasi utama pembentukan kepercayaan diri dan ketahanan anak di era digital.

{{caption}}
Mendukbangga Wihaji Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Wilayah 3T

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji berkomitmen memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) demi gizi optimal.