Mendukbangga Tegaskan Pembangunan Keluarga Melibatkan Seluruh Siklus Kehidupan
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menekankan pentingnya pembangunan keluarga yang holistik, melibatkan semua siklus kehidupan, demi mewujudkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan bahwa pembangunan keluarga merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan seluruh siklus kehidupan manusia. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 10 April 2026, sebagai bagian dari strategi investasi sumber daya manusia.
Wihaji menegaskan bahwa generasi muda khususnya, perlu dibekali dengan pemahaman mendalam terkait ketahanan keluarga sejak dini. Pendekatan ini krusial untuk memastikan fondasi keluarga yang kuat di masa depan, sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Investasi sumber daya manusia melalui pembangunan keluarga ini memerlukan pendekatan komprehensif. Proses ini dimulai dari periode pranikah hingga mencapai tahap lanjut usia, mencakup setiap fase penting dalam kehidupan individu dan keluarga.
Fondasi Pembangunan Keluarga dan Delapan Fungsi Esensial
Proses bisnis pembangunan keluarga yang dicanangkan oleh Kemendukbangga berlandaskan pada pengembangan delapan fungsi utama. Fungsi-fungsi ini dirancang untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan tangguh dalam berbagai aspek kehidupan.
Delapan fungsi tersebut meliputi fungsi agama, cinta kasih, sosial budaya, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Setiap fungsi memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan ketahanan sebuah keluarga.
Melalui implementasi optimal dari delapan fungsi ini, diharapkan akan terwujud keluarga berkualitas yang memiliki ketahanan fisik, ekonomi, sosial, dan psikologis yang kuat. Keluarga yang tangguh adalah kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Pada akhirnya, keluarga berkualitas ini akan menjadi pilar penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Sumber daya manusia yang mumpuni akan mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa secara menyeluruh.
Peran Generasi Muda dan Sinergi Pendidikan Tinggi
Pentingnya pembekalan generasi muda terkait ketahanan keluarga kembali ditekankan oleh Mendukbangga Wihaji dalam kuliah umum di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung. Acara yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, ini bertajuk "Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menuju Indonesia Emas Tahun 2045".
Pengembangan wawasan pembangunan keluarga ini juga mendapat dukungan penuh dari Dekan FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid. Fakultas ini memandang relevansi materi tersebut mengingat adanya studi tentang hukum keluarga dalam kurikulum mereka.
Fauzan Ali Rasyid menyatakan, "Kami pandang perlu wawasan pembangunan keluarga ini agar kami tahu bagaimana membangun keluarga dipandang dari kebijakan nasional, sehingga nantinya para mahasiswa dapat ikut berperan dalam membangun keluarga yang harmonis di tengah masyarakat." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pemahaman kebijakan nasional bagi calon ahli hukum keluarga.
Sebagai bentuk komitmen sinergis, Kemendukbangga/BKKBN dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menandatangani kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sumber: AntaraNews