Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Pranikah Tekan Angka Perceraian, Wujudkan Keluarga Harmonis

Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat edukasi pranikah bagi calon pengantin untuk menekan angka perceraian. Langkah ini diharapkan menciptakan keluarga yang lebih siap dan harmonis di tengah dinamika sosial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Pranikah Tekan Angka Perceraian, Wujudkan Keluarga Harmonis
Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat edukasi pranikah bagi calon pengantin untuk menekan angka perceraian. Langkah ini diharapkan menciptakan keluarga yang lebih siap dan harmonis di tengah dinamika sosial. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Pekalongan mengambil langkah proaktif dalam upaya menekan angka perceraian yang terus menjadi perhatian di wilayahnya. Inisiatif ini diwujudkan melalui penguatan pembinaan keluarga bermanfaat dan edukasi pranikah yang komprehensif.

Program edukasi ini secara khusus menyasar para calon pasangan pengantin, dengan tujuan utama meningkatkan kesiapan mental, emosional, dan pemahaman mereka tentang kehidupan berumah tangga. Harapannya, fondasi pernikahan yang kuat dapat terbangun sejak awal.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balqis Diab, dalam pernyataannya di Pekalongan, Minggu, menekankan pentingnya kematangan usia sebelum memutuskan untuk membangun mahligai rumah tangga. Kesiapan ini dianggap krusial untuk menghadapi berbagai dinamika dan tantangan dalam perkawinan.

Balqis Diab menjelaskan bahwa kesiapan usia calon pengantin memiliki korelasi langsung dengan ketahanan keluarga dalam menghadapi potensi konflik. Pernikahan yang dipaksakan di usia dini, seringkali tanpa persiapan memadai, sangat rentan berakhir pada perceraian.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan berharap setiap pasangan yang akan menikah benar-benar telah siap secara lahir dan batin. Kesiapan ini juga mencakup pemahaman akan aturan serta tanggung jawab dalam berumah tangga demi keberlangsungan hubungan yang harmonis.

Tingginya dinamika sosial yang terus berkembang pesat, ditambah dengan pengaruh masif dari digitalisasi, menjadi tantangan besar bagi ketahanan dalam berkeluarga. Faktor-faktor eksternal ini membutuhkan fondasi yang kuat dari setiap pasangan.

Pemerintah daerah menyadari bahwa tanpa edukasi pranikah Pekalongan yang memadai, pasangan muda mungkin kesulitan menavigasi kompleksitas kehidupan modern, sehingga program ini menjadi sangat relevan.

Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) diakui memiliki peran yang sangat vital dalam konteks ini. Lembaga ini bertugas mengawal fondasi rumah tangga masyarakat agar tetap kokoh dan harmonis di tengah berbagai tekanan.

BP4 fokus pada tiga pilar utama yang dirancang untuk mendukung keberhasilan dan keharmonisan pernikahan. Pilar-pilar ini mencakup seluruh spektrum perjalanan pernikahan, dari persiapan hingga penyelesaian masalah.

Wakil Wali Kota Balqis Diab juga berharap adanya koordinasi yang solid antara pengurus BP4 di tingkat kota dan kecamatan. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan pelayanan pendampingan kepada masyarakat secara menyeluruh dan merata.

Melalui pendekatan terpadu ini, diharapkan program penguatan edukasi pranikah Pekalongan dapat menjangkau lebih banyak calon pengantin. Tujuannya adalah menciptakan generasi keluarga yang lebih tangguh dan bahagia.

  • Tiga pilar utama yang menjadi fokus kerja Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) meliputi:
  • Bagaimana mengantarkan keluarga yang akan menikah agar lebih siap secara mental, emosional, dan pemahaman mendalam tentang berumah tangga.
  • Bagaimana merawat pernikahan agar tetap harmonis dan langgeng dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk tips menjaga komunikasi dan kasih sayang.
  • Ketika ada permasalahan, BP4 bisa hadir memberikan motivasi dan edukasi yang konstruktif agar pernikahan tetap berjalan dengan baik dan menemukan solusi terbaik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi