Tim Gabungan Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor Pangalengan, Akses Jalan Sempat Lumpuh Total

Akses jalan penghubung Cikalong-Cikajang di Pangalengan lumpuh total akibat longsor Pangalengan. Tim gabungan segera mengerahkan alat berat untuk penanganan. Bagaimana kondisi terkini dan langkah selanjutnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Gabungan Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor Pangalengan, Akses Jalan Sempat Lumpuh Total
Akses jalan penghubung Cikalong-Cikajang di Pangalengan lumpuh total akibat longsor Pangalengan. Tim gabungan segera mengerahkan alat berat untuk penanganan. Bagaimana kondisi terkini dan langkah selanjutnya? (AntaraNews)

Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Jumat (1/5) menyebabkan longsor di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan. Material longsoran dari Tembok Penahan Tanah (TPT) menutup total akses jalan penghubung Cikalong menuju Kampung Cikajang. Kejadian ini mengakibatkan lumpuhnya jalur vital bagi masyarakat setempat serta mengganggu aktivitas transportasi di area tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Pangalengan, TNI, BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran, dan perangkat desa langsung bergerak cepat merespons insiden ini. Mereka melakukan penanganan awal di lokasi kejadian untuk memastikan keamanan dan memulai proses evakuasi material longsoran. Upaya koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam ini.

Meskipun volume material longsoran cukup besar, Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pembersihan material longsor yang masif memerlukan pengerahan alat berat, yang dijadwalkan akan berlanjut secara intensif pada Sabtu (2/5) pagi. Prioritas utama adalah membuka kembali akses jalan agar mobilitas warga dapat pulih.

Longsor yang melanda Pangalengan pada Jumat (1/5) dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus di kawasan tersebut. Tebing setinggi sekitar 15 meter dilaporkan ambrol, membawa serta material tanah dan Tembok Penahan Tanah (TPT) milik warga. TPT dengan panjang sekitar 20 meter dan ketebalan mencapai 2 meter ini kemudian menimbun seluruh badan jalan, membuat akses tidak dapat dilalui.

Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, menjelaskan bahwa volume material longsoran sangat besar, sehingga proses pembersihan tidak dapat diselesaikan pada Jumat malam. “Pembersihan material yang menutup badan jalan tersebut membutuhkan bantuan alat berat mengingat volume tanah yang cukup masif,” ujarnya di Bandung, Jumat. Kondisi ini menyoroti tantangan yang dihadapi tim di lapangan dalam upaya pembukaan kembali jalur transportasi.

Akses jalan penghubung Cikalong menuju Kampung Cikajang menjadi terputus total, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Situasi ini tentu saja menimbulkan hambatan signifikan bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, Kompol Edi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat insiden longsor ini, sebuah kabar baik di tengah bencana.

Menyikapi kondisi darurat ini, sebuah tim gabungan segera dibentuk dan diterjunkan ke lokasi kejadian di Pangalengan. Tim ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Polsek Pangalengan, TNI, BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran, serta perangkat desa setempat. Kolaborasi ini menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dalam menangani bencana.

Kompol Edi Pramana menyatakan bahwa petugas di lapangan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut. “Pembersihan dimulai kembali pada (Sabtu) pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB,” tambahnya, merujuk pada pengerahan alat berat yang sangat dibutuhkan. Kehadiran alat berat menjadi krusial untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran yang masif.

Camat Pangalengan, Vena Andriawan, menambahkan bahwa alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum sedang dalam perjalanan menuju lokasi. “Sedang ditangani, lokasinya jauh dari permukiman. Aksesnya punya PLN, sekarang alat berat dari PU sedang dalam perjalanan,” katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun akses jalan terganggu, upaya penanganan berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Dampak utama dari longsor di Pangalengan adalah terputusnya akses jalan penghubung Cikalong menuju Kampung Cikajang. Jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat setempat, dan penutupannya tentu saja menghambat mobilitas. Material longsoran yang menimbun jalan secara total membuat kendaraan tidak dapat melintas, memaksa warga mencari jalur alternatif atau menunggu hingga pembersihan selesai.

Titik longsor sendiri, menurut Camat Pangalengan Vena Andriawan, berada di jalur menuju Gardu Induk (GI) Cikalong milik PLN. Penting untuk dicatat bahwa meskipun akses jalan utama terganggu, wilayah permukiman warga tidak terdampak langsung oleh material longsoran. Hal ini mengurangi risiko terhadap keselamatan penduduk dan fokus penanganan dapat diarahkan sepenuhnya pada pembukaan akses jalan.

Dengan pengerahan alat berat dan koordinasi tim gabungan yang solid, diharapkan akses jalan di Pangalengan dapat segera dibuka kembali sepenuhnya. Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan dengan target penyelesaian pada Sabtu (2/5) pagi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan situasi dan jalur alternatif yang mungkin tersedia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi