Banjir Kota Serang Rendam Ribuan Rumah dan Jiwa, BPBD Imbau Warga Waspada
Cuaca ekstrem memicu Banjir Kota Serang, merendam 1.023 rumah dan berdampak pada 3.033 jiwa. BPBD Kota Serang terus memantau dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten, menyebabkan dampak signifikan bagi ribuan penduduk. Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menunjukkan bahwa 1.023 rumah terendam air. Kejadian ini berdampak langsung pada 3.033 jiwa yang tersebar di beberapa kecamatan.
Banjir di Kota Serang ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi serta cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Jumat malam, 2 Januari. Kondisi ini membuat beberapa sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung volume air.
Hingga Sabtu pagi, 3 Januari, BPBD Kota Serang mencatat setidaknya 12 kejadian banjir. Peristiwa ini terkonsentrasi di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang, dengan total 1.087 Kepala Keluarga (KK) yang merasakan dampaknya secara langsung.
Dampak Luas Banjir di Kota Serang
Kecamatan Kasemen menjadi area paling parah terdampak banjir, dengan beberapa lingkungan yang terendam cukup dalam. Lingkungan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, dan Cikedung adalah beberapa titik fokus genangan air. Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi, menunjukkan sebaran dampak yang tidak merata.
Di lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Banten, ketinggian air sempat mencapai 60 sentimeter, memaksa sekitar 50 KK untuk mengungsi. Situasi lebih parah terjadi di lingkungan Baru Bugis, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai 100 sentimeter. Kondisi ini tentu sangat menyulitkan aktivitas warga dan menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit.
Tidak hanya permukiman, fasilitas umum juga tidak luput dari genangan banjir yang melanda Kota Serang. Gedung sekolah seperti SDN Pamarican 01 dan 02, serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu, dilaporkan ikut terendam. Bahkan, pelataran kawasan wisata religi Masjid Agung Banten dan makam sempat tergenang air setinggi 10-20 sentimeter, meskipun kini dilaporkan sudah surut.
Evakuasi dan Kondisi Terkini
Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD Kota Serang segera mengambil tindakan cepat untuk membantu masyarakat terdampak. Sebanyak 62 KK telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman, mencari perlindungan dari genangan air yang masih tinggi. Proses evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, terutama di daerah-daerah yang masih terisolir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyatakan bahwa tim personel telah diterjunkan ke lapangan. Mereka bertugas memantau situasi secara langsung, mengevakuasi korban yang membutuhkan bantuan, serta melakukan pendataan lanjutan. Pendataan ini penting untuk mengetahui skala kerusakan dan kebutuhan mendesak para korban banjir.
Meskipun demikian, ada kabar baik terkait kondisi terkini di beberapa lokasi terdampak banjir. Sebagian besar titik banjir di Kota Serang sudah berangsur surut, memungkinkan warga untuk mulai membersihkan rumah mereka. Namun, genangan air masih terpantau di lingkungan Kendal dan lingkungan Jenggot, yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak berwenang.
Imbauan Kewaspadaan BPBD
Mengingat kondisi cuaca di Kota Serang yang masih terpantau berawan, BPBD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan deras dan cuaca ekstrem masih mungkin terjadi, yang dapat memicu banjir susulan. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Diat Hermawan secara khusus mengingatkan masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana untuk selalu berhati-hati. Pengguna jalan juga diminta untuk memantau informasi cuaca terkini sebelum bepergian. Informasi dari BMKG atau BPBD setempat dapat menjadi panduan penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus berupaya memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan bagi warga. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat diharapkan untuk mencegah dampak banjir yang lebih parah.
Sumber: AntaraNews