Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, banjir hampir merata melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta pada Jumat (23/1). Fenomena ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi serta durasi yang lama dalam sepekan terakhir, menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir melanda daerah dataran rendah, permukiman padat penduduk, dan wilayah aliran sungai yang meluap. Kondisi geografis ini memperparah dampak genangan air yang terjadi di berbagai lokasi terdampak.
Tim gabungan di masing-masing daerah masih bersiaga penuh mendampingi warga terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan serta kebutuhan mendesak. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Advertisement
Advertisement
Di Provinsi Banten, banjir parah melanda Kabupaten Tangerang, merendam 239 unit rumah warga di Desa Kosambi dan Desa Cikande. Peristiwa ini tragisnya mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.
Sementara itu, Kota Tangerang juga tidak luput dari genangan air, dengan delapan kecamatan terdampak, termasuk Benda, Cibodas, dan Priuk. Debit air kali atau sungai masih menunjukkan kenaikan, menambah kekhawatiran akan potensi perluasan banjir. Sebanyak 21 jiwa terpaksa mengungsi ke Pos Pemadam Kebakaran Benda Tangerang, sementara pendataan rumah terdampak masih berlangsung.
Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta, di mana banjir meluas hingga mencapai 143 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan pada Jumat (23/1) siang. Laporan dari BPBD Jakarta menunjukkan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa wilayah Jakarta Barat, seperti Kelurahan Kosambi dan Rawa Buaya. Di Jakarta Selatan, khususnya Kelurahan Cipulir, ketinggian air bahkan mencapai 1,2 meter.
Advertisement
Advertisement
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mengalami dampak serius akibat hujan berintensitas tinggi yang memicu banjir bandang di Kabupaten Sumbawa. Hingga 19 Januari, banjir tersebut berdampak pada Kecamatan Plampang, Empang, Tarano, dan Buer. Total 162 unit rumah warga rusak dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak akibat bencana ini.
Di Kabupaten Bima, NTB, pada Kamis (22/1), banjir merendam 54 unit rumah di Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora. Kejadian ini menambah daftar panjang wilayah yang terdampak banjir di provinsi tersebut.
Tidak hanya itu, Kabupaten Lombok Barat juga melaporkan banjir yang merendam setidaknya 67 unit rumah warga di Dusun Presak, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar. Situasi ini menunjukkan bahwa dampak banjir meluas secara signifikan di berbagai daerah di NTB.
Advertisement
Advertisement
Menyikapi kondisi ini, BNPB secara khusus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Peringatan ini terutama ditujukan bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan air.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari instansi resmi pemerintah guna mengantisipasi dini. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tim petugas gabungan di setiap daerah terus bersiaga penuh, memberikan pendampingan kepada warga terdampak serta melakukan pendataan lanjutan. Upaya ini mencakup identifikasi kerusakan dan pemenuhan kebutuhan mendesak bagi para korban bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews