Banjir Tangerang Meluas ke Tujuh Kecamatan, Ribuan KK Terdampak
Banjir Tangerang kembali meluas hingga tujuh kecamatan, mengakibatkan belasan ribu kepala keluarga terdampak dan sebagian masih mengungsi akibat cuaca ekstrem.
Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, kembali meluas ke tujuh kecamatan, berdampak pada sekitar 14.000 kepala keluarga (KK). Bencana ini terjadi akibat hujan deras berintensitas tinggi serta meluapnya sejumlah aliran sungai dan danau. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyatakan genangan air mencapai ketinggian 60 sentimeter hingga lebih dari dua meter di beberapa titik.
Peristiwa banjir ini awalnya dilaporkan sejak Minggu (11/1) lalu, sempat melanda 24 kecamatan dengan sekitar 50 ribu jiwa terdampak. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang terus berlangsung menyebabkan banjir kembali menerjang sejak Senin (19/1). Pihak BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Tujuh kecamatan yang kini kembali terendam banjir meliputi Gunung Kaler, Kresek, Pasar Kemis, Solear, Cisoka, Jayanti, dan Balaraja. Genangan terparah dilaporkan berada di Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti, dengan ketinggian air mencapai dua meter. Pemerintah daerah telah mengerahkan sejumlah personel dan sarana prasarana untuk membantu para korban.
Meluasnya Dampak Banjir di Kabupaten Tangerang
Setelah sempat berangsur surut, bencana banjir di Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan peningkatan cakupan wilayah. Data terbaru dari BPBD Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa kini ada tujuh kecamatan yang masih terendam banjir. Perluasan ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem yang terus berlanjut.
Kecamatan-kecamatan yang paling parah terdampak genangan banjir adalah Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti. Di ketiga wilayah ini, ketinggian air dilaporkan mencapai dua meter, menimbulkan kesulitan signifikan bagi warga. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa sekitar 14.000 kepala keluarga (KK) terdampak oleh meluasnya banjir ini. Meskipun sebagian besar sudah kembali ke rumah, sekitar dua persen dari jumlah tersebut masih berada di posko pengungsian. Perhitungan pasti jumlah pengungsi masih terus dilakukan mengingat perubahan cuaca yang dinamis.
Upaya Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Tangerang telah mengambil langkah-langkah penanganan jangka pendek untuk mitigasi dampak banjir. Sejumlah personel telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi dan penyaluran bantuan. Koordinasi antar instansi terus dilakukan guna memastikan penanganan yang efektif.
Ahmad Taufik menyebutkan bahwa BPBD telah menyalurkan mesin penyedot pompa air ke beberapa titik banjir. Selain itu, Dinas Bina Marga juga turut mengirimkan mesin sedot air untuk mempercepat proses surutnya genangan. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya juga sedang didistribusikan kepada para korban yang terdampak.
Upaya penanganan ini merupakan respons cepat terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terus berlanjut di wilayah Tangerang. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalkan kerugian akibat bencana. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat ini.
Sumber: AntaraNews