Sembilan Kecamatan di Kota Tangerang Terdampak Banjir Akibat Hujan Deras
Hujan deras tanpa henti menyebabkan sembilan kecamatan di Kota Tangerang dilanda banjir dengan ketinggian air bervariasi, memaksa warga mengungsi dan membutuhkan penanganan cepat dari BPBD Kota Tangerang.
Kota Tangerang dilanda banjir di sembilan wilayah kecamatan setelah diguyur hujan deras tanpa henti sejak Sabtu hingga Minggu pagi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa ketinggian air bervariasi antara 40 sentimeter hingga 150 sentimeter di lokasi terdampak.
Banjir ini mengakibatkan genangan di berbagai lokasi, termasuk permukiman warga dan ruas jalan utama. Kondisi ini memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke posko-posko penampungan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
BPBD Kota Tangerang terus melakukan upaya evakuasi dan penanganan, berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang. Fokus utama adalah keselamatan warga dan penormalan kondisi di wilayah yang terdampak banjir.
Dampak Banjir di Berbagai Wilayah Kota Tangerang
Wilayah Kecamatan Periuk menjadi salah satu titik terparah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa lokasi seperti Jalan Utama Mutiara Pluit, Jalan Utama Danau Situ Bulakan, Jalan Duta Perum Taman Cibodas, dan Jembatan Alamanda. Kondisi ini menyebabkan akses jalan terganggu dan aktivitas warga terhambat secara signifikan.
Selain Periuk, Kecamatan Cipondoh juga terdampak banjir di Kp Candulan dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter. Di Karang Tengah, Komplek Ciledug Indah 1 Pedurenan terendam hingga 80 sentimeter, sementara di Jatiuwung, Alam Jaya dan Perum Magnolia Jatake mengalami banjir setinggi 60 sentimeter.
Kecamatan Ciledug melaporkan banjir setinggi 50 sentimeter di Perum Duren Villa Sudimara Selatan dan Perum Griya Kencana Sudimara Barat. Sementara itu, di Kecamatan Cibodas, Jalan Kalingga 1 RW.16, Jalan Darmawangsa Uwung Jaya, dan RW 5 Taman Cibodas Uwung Jaya terendam air setinggi 60 sentimeter.
Di Kecamatan Pinang, banjir setinggi 40 sentimeter terjadi di RT.001-RT.002/ RW.05 Panunggangan Utara, menyebabkan sekitar 50 kepala keluarga terdampak. Kecamatan Larangan juga mengalami banjir di Perum Taman Cipulir Blok A4 No.15 Cipadu Jaya akibat jebolnya tanggul. Wilayah Karawaci, khususnya RW 2, 4, 6, dan 9 Kelurahan Karawaci Baru, terendam 50 sentimeter, dan di Kecamatan Benda, RW 11 dan 9 Kelurahan Belendung mengalami banjir setinggi 60 sentimeter.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Warga Terdampak
BPBD Kota Tangerang terus berupaya mengevakuasi warga yang terdampak banjir ke posko pengungsian demi keselamatan mereka. Beberapa lokasi yang dijadikan posko pengungsian antara lain RPH dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada.
Petugas dari Dinas PUPR Kota Tangerang juga aktif di lapangan untuk melakukan penanganan banjir. Langkah-langkah penanganan terus dilakukan untuk mengurangi dampak banjir dan memulihkan kondisi di wilayah-wilayah yang terendam.
Koordinasi antarlembaga pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadapi bencana ini. Tujuannya adalah memastikan bantuan dan penanganan dapat tersalurkan secara efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews