DPRD Tangerang Tekankan Pengobatan Gratis Pasca Banjir, Pastikan Kesehatan Warga Terjaga
DPRD Tangerang mendesak Pemerintah Kota Tangerang untuk mengoptimalkan program pengobatan gratis pasca banjir, memastikan kesehatan warga terdampak dan mencegah penyebaran penyakit menular.
Tangerang, Banten – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang menyoroti pentingnya penanganan pasca banjir yang komprehensif oleh Pemerintah Kota Tangerang. Fokus utama penekanan ini adalah pengoptimalan program pengobatan gratis bagi warga terdampak serta pemeriksaan menyeluruh terhadap saluran air. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah potensi penyebaran penyakit setelah bencana.
Wakil Ketua DPRD Tangerang, Turidi Susanto, secara tegas meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mengoptimalkan peran Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menyediakan layanan kesehatan gratis di pemukiman warga. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk merespons kondisi darurat, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran warga terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan. Hal ini penting guna meminimalisir risiko penularan penyakit pasca banjir yang seringkali menjadi ancaman serius.
Selain aspek kesehatan, DPRD juga menekankan perlunya pemeriksaan saluran air secara intensif, terutama di area pemukiman yang telah surut dari genangan banjir. Penanganan sampah yang menyeluruh dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat oleh aparat kelurahan dan kecamatan juga menjadi bagian integral dari strategi penanganan pasca banjir ini. Tujuannya adalah memastikan bahwa upaya yang dilakukan Pemkot Tangerang tidak hanya bersifat reaktif saat kejadian, tetapi juga proaktif dalam langkah antisipasi ke depan.
Optimalisasi Pengobatan Gratis dan Peran Dinkes
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang didesak untuk lebih mengoptimalkan layanan pengobatan gratis di pemukiman warga terdampak banjir. Wakil Ketua DPRD Tangerang, Turidi Susanto, menyatakan bahwa langkah ini esensial agar warga lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan untuk mencegah penyebaran penyakit lainnya yang mungkin timbul pasca banjir.
Kepala Dinkes Tangerang, Dini Anggraeni, mengonfirmasi bahwa tenaga medis telah aktif melakukan pemeriksaan kesehatan warga terdampak banjir dengan sistem jemput bola, yaitu mendatangi rumah-rumah secara langsung. Tenaga medis dari Dinkes, dibantu oleh setiap puskesmas, terus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau. Layanan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memberikan perlindungan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.
Penanganan Infrastruktur dan Edukasi Masyarakat
Pemeriksaan saluran air harus segera dilakukan, terutama pada lokasi pemukiman yang telah surut dari banjir. Pengangkutan sampah juga harus dilakukan secara menyeluruh dan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat sekitar oleh lurah dan camat. Hal ini bertujuan agar penanganan yang dilakukan Pemkot Tangerang tidak hanya saat kejadian, tetapi juga pasca banjir, sehingga warga dapat melakukan langkah antisipasi ke depan.
Kondisi cuaca saat ini masih diperkirakan terjadi hujan lebat, sehingga potensi banjir masih ada. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan bersama agar pemukiman bebas dari banjir. Upaya penanganan banjir harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk langkah-langkah pasca banjir seperti penanganan tanggul dan saluran air yang menjadi penyebab banjir.
Koordinasi Lintas Sektor dan Kesiapsiagaan Warga
Ketua Komisi I DPRD Tangerang, Junadi, mengapresiasi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangerang dalam menangani bencana banjir, khususnya di Kecamatan Periuk. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Periuk, untuk tetap tenang dan waspada. “Saya mengimbau warga Periuk untuk tetap tenang. Mudah-mudahan hujan segera reda dan air cepat surut. Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga, terutama di titik-titik genangan tinggi di Kecamatan Periuk seperti di wilayah Alamanda,” kata Junadi.
Wali Kota Tangerang Sachrudin sebelumnya menjelaskan bahwa tanggul yang jebol telah ditangani secara dini dengan pemasangan kisdam atau tanggul sementara. Personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), Dinkes, serta unsur TNI dan Polri terus bersiaga di setiap posko bencana di wilayah.
Sumber: AntaraNews