Pemkot Bengkulu Siagakan Posko Kesehatan Tanggap Banjir untuk Korban di Berbagai Titik
Pemerintah Kota Bengkulu segera membuka posko kesehatan tanggap banjir di sejumlah lokasi terdampak, memastikan penanganan medis gratis bagi warga untuk mencegah penyakit.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu bertindak cepat dengan mendirikan posko pelayanan kesehatan gratis di berbagai lokasi yang terdampak banjir. Langkah ini diambil menyusul hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (1/1) malam, menyebabkan sejumlah wilayah terendam air. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat yang menjadi korban banjir di Kota Bengkulu.
Posko kesehatan ini tersebar di beberapa kelurahan, termasuk Tanjung Jaya, Kebun Tebeng, Rawa Makmur, dan Bentiring, yang merupakan area dengan genangan air cukup parah. Keberadaan posko ini sangat krusial untuk mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit yang rentan menyerang saat banjir. Penyakit seperti flu, demam, malaria, dan diare seringkali menjadi ancaman serius bagi warga terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menegaskan pengerahan petugas untuk siaga penuh di posko-posko tersebut. Selain posko kesehatan, Pemkot Bengkulu juga telah mengirimkan mobil dapur umum, perahu karet, dan mendirikan tenda pengungsian. Bantuan ini disalurkan ke lokasi-lokasi yang paling membutuhkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Penanganan Kesehatan Prioritas di Lokasi Banjir
Pendirian posko pelayanan kesehatan gratis menjadi fokus utama Pemkot Bengkulu dalam menghadapi dampak banjir yang melanda. Posko-posko ini didirikan di titik-titik strategis yang mudah dijangkau oleh warga terdampak, seperti di Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Kebun Tebeng, Kelurahan Rawa Makmur, dan Kelurahan Bentiring. Tujuannya adalah untuk memberikan akses cepat terhadap layanan medis dasar dan penanganan awal bagi korban banjir.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menyatakan bahwa petugas kesehatan telah dikerahkan dan bersiaga penuh. “Saat ini kita kerahkan para petugas untuk siaga di pos kesehatan tanggap banjir di berbagai titik terdampak banjir untuk mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat,” ujarnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat secara dini.
Masyarakat Kota Bengkulu diimbau untuk segera mendatangi posko kesehatan terdekat jika merasakan gejala penyakit. Penyakit yang sering muncul saat banjir, seperti flu, demam, malaria, dan diare, perlu penanganan cepat. Pelayanan gratis ini diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit di tengah kondisi darurat.
Koordinasi Tanggap Darurat dan Bantuan Logistik
Selain fokus pada kesehatan, Pemkot Bengkulu juga mengkoordinasikan berbagai bantuan logistik dan penanganan darurat lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu menjadi garda terdepan dalam upaya evakuasi dan penyaluran bantuan. Tenda pengungsian dan dapur umum bergerak telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, menjelaskan bahwa timnya telah berkumpul di Perumahan Korpri, salah satu kawasan yang paling parah banjirnya. “Secara garis besar kita sudah kumpul di Perumahan Korpri, itu salah satu kawasan yang paling parah banjirnya,” kata I Made Ardana. Area lain yang juga terendam parah termasuk Perumahan Ejuka Kelurahan Bentiring dan Jalan Tanggul Gang Merpati II Kelurahan Rawa Makmur.
Di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, BPBD menurunkan mobil dapur umum lengkap dengan perahu karet, perahu fiber, dan tenda pengungsian. Sementara itu, di Perumahan Ejuka, petugas telah memasang tenda dan bersiaga untuk evakuasi warga apabila diperlukan. Akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur bahkan terpaksa ditutup total karena genangan air yang tinggi, menghambat lalu lintas kendaraan.
Penanganan bencana banjir ini melibatkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. BPBD Kota Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Sosial, Satpol PP, serta tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sinergi ini memastikan respons yang cepat dan komprehensif di lapangan, termasuk mendirikan tenda pengungsian serta mengerahkan mobil dapur umum berikut peralatan pendukung.
Sumber: AntaraNews